Buku Prinsipil Ekonomi, karya Ferry Irwandi. (Istimewa)
JawaPos.com - Selama ini Gen Z dinilai sebagai generasi yang sangat menyukai visual di tengah gempuran media sosial (medsos), sehingga minat bacanya rendah. Namun, anggapan itu tidak semuanya benar. Buktinya dari survei Jakpat menunjukkan bahwa Gen Z memiliki minat baca yang lebih tinggi dibanding Generasi X dan Milenial.
Co-founder Malaka Books Abigail Limuria mengungkapkan, masa depan literasi Indonesia masih ada harapan. Berdasarkan data, indeks tingkat gemar membaca nasional tercatat naik konsisten sebesar 4,17 persen dari 2020 hingga 2024.
"Ada fight back atau keinginan untuk kembali membaca buku di kalangan anak muda. Ini adalah sinyal harapan yang sangat kuat," ujar Abigail sebagaimana keterangannya yang diterima JawaPos.com, Senin (2/3).
Pernyataan Abigail Limuria itu sejalan dengan hadirnya 1.000 peserta peluncuran Malaka Books di Citywalk Sudirman, Jakarta Minggu (15/2). Umumnya peserta itu adalah anak muda dari kalangan Gen Z. Kehadiran Gen X ini menunjukkan adanya keinginan kuat untuk melawan tren attention span yang sedang menurun secara global.
Namun, kehadiran gen Z menjadi sinyal bahwa anak muda mulai sadar akan pentingnya meningkatkan kembali attention span dengan membaca buku yang berkualitas. "Harapannya dengan mempopulerkan kembali budaya membaca, kita bisa meningkatkan lagi attention span dan membangun daya pikir yang tajam dan mendalam,” ujar Abigail menambahkan.
Menurut Co-founder Malaka Books Cania Citta, membaca buku bisa menjadi cara untuk melatih kemampuan berpikir analitis. "Kemampuan berpikir mendalam adalah syarat minimal untuk bisa punya mastery atau keahlian di suatu bidang,” imbuhnya.
Peluncuran Prinsipil Ekonomi
Adapun peluncuran Malaka Books sejalan dengan launching buku Prinsipil Ekonomi karya Ferry Irwandi. Terkait buku Prinsipil Ekonomi, dia mengatakan bahwa bagi banyak orang ilmu ekonomi sering dirasa berjarak dengan keseharian. Dianggap berisi deretan angka dan grafik rumit yang hanya bisa dipahami para ekonom, akademisi, atau pejabat negara. Padahal, setiap keputusan seseorang melibatkan ilmu ekonomi.
"Ekonomi bukan hanya tentang tarif impor dan IHSG, tapi juga tentang cara memilih pakaian, strategi mengatur waktu, perencanaan karier, hingga keputusan pertemanan. Singkatnya, ekonomi adalah ilmu tentang pilihan,” ujar Ferry yang juga Co-founder Malaka itu.
Pria yang aktif di media sosial itu menjelaskan, Prinsipil Ekonomi ditulis sebagai jembatan bagi siapa saja yang ingin mempelajari ekonomi secara masuk akal, relevan, dan aplikatif—tanpa harus memiliki latar ekonomi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
