
Cover Buku. (Istimewa)
boleh izin tidak sembahyang?
Pada bait pertama puisi ”Doa” di atas, tampaknya Wina Bojonegoro membuat irisan tajam tentang kondisi sosial dan spiritual. Melalui pertanyaan ”boleh izin tidak sembahyang?”, ia mengajak kita untuk mempertanyakan esensi paling mendasar tentang penghambaan kepada Yang Maha Disembah.
Dalam puisi itu, ia mengajak kita berkomunikasi secara imajiner kepada Tuhan. Dengan mengucap ”selamat malam” dan ”izin melapor”, ia sadar betul kepada siapa dia berbicara. Ia menempatkan lawan bicara pada level yang memang layak diberi laporan, ia meyakini lawan bicaranya akan mendengar dan berpihak padanya.
Selayaknya pelapor tentu ia menyampaikan berbagai alasan untuk dimengerti dan dimaklumi. Melalui laporan ”dua hari telingaku kepayahan” karena ”tetangga sedang berhajat sunatan” dan ”pelantang segede gaban disiapkan”, ia telah berani meminta keadilan spiritual atas alasan sosial yang masuk akal.
Bisa jadi keadilan spiritual yang diminta itu tidak masuk akal, setidaknya bagi hamba-hamba Tuhan yang beriman dan berakal, yaitu: ”boleh izin tidak sembahyang?” Serius itu bukan candaan? Atau candaan yang membuat kita berpikir serius tentang eksistensi Tuhan atas laporan hambanya.
Di bait puisi terakhirnya, bait kelima di bawah ini, Wina Bojonegoro sangat kontemplatif, mari kita renungkan:
(5)
Tuhan
Masih bolehkah aku mengunjungi-Mu
Dalam jingkat kecil tanpa suara
Dalam busana kusam tanpa jenama
Dalam bisu tanpa toa.
Aku tak ingin teriak,
Biar mesra kita lebih tanak.
Omah Padma, 2022-2023

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
