
COVER BUKU
Oleh EKO TRIONO, Penikmat karya sastra, dosen di Universitas Negeri Yogyakarta
---
Setiap diri manusia memang beredar di antara datang dan pergi. Dalam buku kumpulan puisi terbarunya, penyair Suminto A. Sayuti menulis gejala tersebut dengan menolak terminasi atau menolak akhir dari sesuatu di dalam ruang dan waktu.
SAMPAI saat ini, belum dapat dipastikan, sejak kapan manusia memiliki kecenderungan merenungi pergantian tahun, perubahan waktu, dengan kata-kata indah atau puitis? Seakan tidak sembarang kata-kata berhak mencatat apa yang terlewat atau mendekap harapan yang akan datang.
Dalam sejarah peradaban, perjumpaan kita dengan penanda waktu merupakan sekutu yang menawan dalam menghasilkan ucapan, harapan, dan renungan. ”Selamat pagi”, ”Selamat ulang tahun”, dan ”Selamat tahun baru”. Setiap kali kita mengucapkannya, seolah yang terdengar bukan hanya sebentuk tanda dalam siklus perputaran bumi, melainkan sebuah rasa dalam ritus peredaran diri.
Setiap diri manusia memang beredar di antara datang dan pergi. Dalam buku kumpulan puisi terbarunya, Ketika Diri Adalah Kepulangan dan Keberangkatan, penyair Suminto A. Sayuti menulis gejala tersebut dengan menolak terminasi atau menolak akhir dari sesuatu di dalam ruang dan waktu. Perhatikan penggunaan ”adalah” serta ”dan”. Mengapa pula harus ”kepulangan dan keberangkatan”, bukan ”kepulangan dan kepergian”?
Berisi 100 puisi, kumpulan ini dibuka dengan puisi persembahan yang ”teramat waktu” sebelum daftar isi. Puisi ”Siapa Berkata” menggemakan sekali lagi antiterminasi (terutama dalam /Sekali hari ini lalu esok yang lusa/), juga siklus dan semesta waktu.
Siapa Berkata
--kepada diri
Siapa bilang dengan kata-kata. Sekali
hari ini lalu esok yang lusa. Adalah
cintamu yang kenanga. Peraduan adalah
senyummu yang bumi. Aku pun rebah
seiring reda gelisah. Ranjang pun kasur
yang umur. Aku pun telentang memeluk
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
