
COVER BUKU
Analisis ini makin meyakinkan ketika tokoh Margarita membuat perjanjian dengan Iblis untuk menyelamatkan sang Guru yang genius.
Bagian cerita tersebut, ketika berkelindan dengan kisah dalam novel yang ditulis sang Guru, makin menguar aroma misteri yang tak bisa disebut kebetulan belaka.
Rasa Bersalah Pilatus Pemerintah
Plot dan dinamika yang rimbun dan bersemak dalam novel ini membuat Russia Beyond menyebut The Master and Margarita sebagai sebuah contoh sempurna dari tradisi kecerdasan, imajinasi, dan sindiran Rusia yang luar biasa.
Dalam novelnya, sang Guru menulis bahwa Pilatus sebenarnya bersimpati kepada Yesus sehingga sedikit pun ia tidak memiliki keinginan untuk mengeksekusinya. Baginya, Yesus hanyalah pengembara yang tak berdaya, bukan sosok yang berbahaya. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa ketika sebuah persidangan, yang disusupi pengkhianatan dari dalam, justru memutuskan sebaliknya.
Menariknya, setelah eksekusi, Pilatus tak bisa hidup tenang. Pertanyaan ”apakah Yesus memaafkanku?” terus memukul-mukul jiwa dan ingatannya.
Kisah itu bukan hanya representasi perasaan sang Guru yang berutang budi kepada Margarita –atau sebaliknya. Melainkan pernyataan politik kepada pemerintahan saat itu. Bulgakov mengajak Stalin berkaca dan melakukan percakapan dengan diri sendiri tentang dosa-dosanya.
Pesona Bulgakov
Dalam novel ini, kita akan melihat bagaimana kisah era Stalin lalu-lalang dan kerap bersinggungan dengan mozaik-mozaik dari Alkitab. Ganjil, tapi seru. Tak lazim, tapi Bulgakov membuatnya berterima.
Memadukan ”kritik atas Stalin” dan ”Alkitab” adalah upaya agar novel ini lolos dari penyensoran masa itu. Juga ada spekulasi bahwa banyaknya tokoh dan tumpukan plot potensial membuat kisah dalam novel ini menjadi lepas kendali sehingga menjauh dari sumbu realisme. Realitas literer ini, bagi Soviet kala itu, tidak cukup gagah dan digdaya untuk menggerakkan pembaca melakukan sesuatu yang revolusioner.
Jadi, ketika hari ini kita dapat menikmati salah satu karya sastra terbaik abad ke-20 ini sambil minum teh atau leyeh-leyeh di sofa sembari menunggu senja, semua tak lepas dari faktor non-novel yang terlibat di dalamnya: Bulgakov terlalu memesona di hadapan oligarki. (*)
---
*) BENNY ARNAS, Penulis asal Lubuklinggau

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
