
Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati diadaptasi ke layar lebar
JawaPos.com - Novel mega best seller berjudul Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati telah dibaca oleh banyak orang dan bukunya laris manis di market.
Buku tersebut akan memasuki cetakan ke-100 dan diterjemahkan dalam bahasa asing, menjadikannya sebagai salah satu IP buku lokal dengan capaian komersial terkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Menariknya, buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati diumumkan akan diadaptasi ke layar lebar dan akan segera memasuki tahapan produksi pada April 2026. Dua rumah produksi yaitu Sinergi Pictures dan Ben Film berkolaborasi untuk menggarap filmnya.
Film ini disutradarai oleh Kuntz Agus, sosok di balik film Dear Nathan: Thank You Salma dan Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah.
Penulisan naskah skenarionya dipercayakan kepada Alim Sudio (Miracle In Cell No.7, Kang Mak from Pee Mak). Adapun Nia Dinata (Arisan!, Berbagi Suami) dipercaya sebagai konsultan skenario.
Film ini akan berpusat pada Ale, seorang pria yang berada di titik terendah dalam hidupnya hingga dia merencanakan untuk mengakhiri hidup.
Dalam 24 jam terakhir sebelum keputusan itu dilakukan, Ale berkeinginan untuk menyantap mie ayam. Namun rencana (mengakhiri hidup) tersebut tertunda karena warung yang dia tuju tutup.
Penundaan tersebut justru menjadi awal dari berbagai pertemuan yang mengubah cara pandangnya tentang hidup.
“Selain karena banyak dibaca, alasan kami dari Sinergi Pictures mengadaptasi novel ini ke film adalah karena ceritanya sangat bagus, dekat dengan banyak orang dan tentunya inspiratif. Hal ini sejalan dengan film-film Sinergi Pictures yang selalu menghadirkan cerita-cerita kuat dan menangkap realita di sekitar kita.” papar Philip Lesmana, produser film selaku produser.
Sementara itu, Ardina Atles, produser Ben Film, mengungkapakan bahwa pemilihan filmmaker dan para pemeran dalam film ini dipikirkan secara matang agar dapat memberikan hasil terbaik untuk memenuhi ekspektasi dari para pembaca novel.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam pendekatan kreatif yang diusung pada adaptasi layar lebarnya. Film ini dipastikan akan mempertahankan esensi novel yang dekat dan emosional, sekaligus memperluas pengalaman visual dan unsur dramanya.
“Alih wahana novel ke film itu gampang-gampang susah, tapi disitulah daya tarik mengadaptasi karya novel. Para pembaca tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap karya yang mereka cintai.
Namun bersama Sinergi Pictures, mulai dari pemilihan filmmaker hingga para pemain, kami berupaya agar karya ini dapat memuaskan penonton, baik yang sudah membaca novelnya maupun yang belum. Kami juga tidak sabar untuk segera memulai proses shooting,” jelas Ardina.
Setelah menggelar proses casting di beberapa kota, terpilihlah sejumlah pemerannya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
