Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Rabu, 28 Oktober 2026 | 19.03 WIB

Airlangga Genjot Kemitraan Ekonomi RI-AS, Perdagangan Tumbuh 11,82 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, memastikan kemitraan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat terus diarahkan untuk menerjemahkan prioritas pertumbuhan ekonomi menjadi peluang usaha yang konkret.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penguatan kerjasama dilakukan melalui peningkatan perdagangan, perluasan investasi, serta pengembangan sektor-sektor strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan memperkuat keterkaitan industri kedua negara.

Ia mengatakan Januari hingga Agustus 2026, perdagangan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat mencapai USD32,34 miliar, tumbuh 11,82 persen secara tahunan (YoY). Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.

Sementara itu, investasi Amerika Serikat pada triwulan I hingga triwulan III 2026 mencapai USD 3,4 miliar, meningkat dibandingkan sekitar USD3 miliar pada 2025, sekaligus menjadikan AS sebagai investor asing terbesar keempat di Indonesia.

“Saya juga senang dengan investasi AS, yang mencapai USD 3,4 miliar dalam tiga kuartal terakhir, sehingga AS kini menjadi investor terbesar keempat di Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangan yang diterima, Rabu (28/10).

Airlangga mengatakan, Pemerintah Indonesia tengah mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk mencapai 8 persen pada 2029 melalui delapan strategi utama.

Strategi tersebut meliputi swasembada pangan, industrialisasi berorientasi ekspor, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan biru, pembangunan perkotaan, transformasi digital, investasi, serta belanja pemerintah yang produktif.

Pelaksanaan strategi tersebut didukung oleh deregulasi dan kebijakan fiskal serta moneter yang sehat. Berbagai agenda tersebut membuka peluang investasi di sektor manufaktur, teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta energi.

Ia menyebut, Pemerintah juga mendorong kemitraan yang membawa teknologi dan keahlian sekaligus memperkuat keterkaitan dengan industri domestik, termasuk melalui peningkatan kapasitas industri manufaktur dan pengembangan rantai pasok nasional.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore