
Forum global Talent for Sustainable Development di KJRI New York, Selasa (22/9). (Istimewa)
JawaPos.com - Transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya membutuhkan teknologi dan energi bersih, tetapi juga tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan perubahan industri. Kebutuhan talenta dengan kemampuan baru tersebut menjadi salah satu perhatian dalam forum yang membahas pengembangan industri berkelanjutan di New York, Amerika Serikat.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menekankan pentingnya kesiapan talenta Indonesia dalam menghadapi pertumbuhan green jobs dan transformasi industri hijau.
"Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia. Teknologi hijau hanya akan memberikan manfaat apabila didukung talenta yang mampu merancang, mengoperasikan, dan mengembangkannya," ujar Daconi di forum global Talent for Sustainable Development di KJRI New York, kemarin lusa, dikutip Kamis (24/9).
Daconi juga mendorong talenta Indonesia di New York untuk mengambil bagian dalam transformasi tersebut dengan membawa pengetahuan, pengalaman, dan jejaring global untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Menurutnya, kebutuhan terhadap SDM dengan kompetensi global akan semakin penting seiring berkembangnya industri hijau dan ekonomi berkelanjutan.
"Kami berharap talenta-talenta terbaik Indonesia yang saat ini belajar maupun berkarya di luar negeri dapat membawa kembali pengetahuan dan pengalamannya untuk berkontribusi bagi Indonesia. Transformasi ke depan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, perspektif global, dan kemampuan menjawab perubahan industri," tambahnya.
Menurut Daconi, perusahaan memiliki posisi yang unik karena berada pada dua sisi transformasi sekaligus. Di sisi hulu, perusahaan merupakan industri pupuk dan kimia yang terus meningkatkan efisiensi serta menurunkan intensitas karbon.
Sementara di sisi hilir, produk dan inovasinya bersentuhan langsung dengan produktivitas petani, kesehatan tanah, dan keberlanjutan pertanian Indonesia.
Salah satunya melalui GladiAgro yang dikembangkan untuk menjawab tantangan menurunnya kesehatan tanah. Berdasarkan pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022