Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 00.00 WIB

Industri Bakery Asia Tenggara Meningkat, Indonesia Berpotensi Tumbuh hingga 8 Persen di 2028

Salah satu produk bakery yang ditampilkan pada ajang Bakery ASEAN untuk pertama kalinya di Jakarta International Expo (JIExpo), 27-29 Agustus 2026. (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Salah satu produk bakery yang ditampilkan pada ajang Bakery ASEAN untuk pertama kalinya di Jakarta International Expo (JIExpo), 27-29 Agustus 2026. (Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com — Industri bakery di kawasan Asia Tenggara diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, di mana Indonesia menjadi salah satu pasar yang berpotensi tumbuh signifikan.

Data Bakery China, pada 2023–2028, nilai pasar regional diproyeksikan meningkat dari USD 10,89 miliar menjadi USD 14,99 miliar dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,60 persen.

Indonesia disebut menjadi salah satu pasar yang menarik perhatian. Pasar bakery Indonesia diperkirakan tumbuh dengan CAGR 8 persen dan nilainya diproyeksikan melampaui Rp84,4 triliun pada 2028.

Dengan populasi sekitar 290 juta jiwa dan usia median 32 tahun, Indonesia memiliki basis konsumen yang relatif muda dan dinamis sehingga turut menopang pertumbuhan pasar.

“Asia Tenggara, khususnya Indonesia, merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan yang sangat menarik bagi industri bakery dan konfeksioneri,” kata Managing Director, Beijing Bakery Exhibition Service Co., Ltd. Lin Li, kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (27/8).

Potensi tersebut menjadi salah satu latar belakang digelarnya Bakery ASEAN untuk pertama kalinya di Jakarta International Expo (JIExpo), 27-29 Agustus 2026. Ajang ini mempertemukan pelaku industri bakery dan konfeksioneri, mulai dari produsen, distributor, ritel, hingga sektor hotel dan food service.

Presiden China Association of Bakery & Confectionery Industry Zhang Jiukui mengatakan, penyelenggaraan Bakery ASEAN diharapkan dapat memperkuat hubungan industri bakery di kawasan.

“Edisi perdana Bakery ASEAN akan memperkuat kerja sama regional dan membuka potensi besar industri bakery di Asia Tenggara. Didukung jangkauan global dan pengalaman industri Bakery China, kami berkomitmen menghadirkan platform bermutu tinggi yang mendorong perdagangan, inovasi, dan transfer pengetahuan, serta membuka babak baru bagi perkembangan industri bakery di kawasan ASEAN,” ujar Zhang.

Dari sisi perdagangan, acara ini akan mempertemukan buyer profesional dari berbagai negara ASEAN yang berasal dari beragam kanal bisnis, mulai dari produsen dan manufaktur, distributor, jaringan ritel, supermarket, hotel, hingga sektor food service.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore