
Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer memberikan paparan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/8). (Dony/JawaPos.com)
JawaPos.com - Industri logam Indonesia terus berkembang seiring dengan agenda hilirisasi dan penguatan manufaktur nasional. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap teknologi, keahlian teknis, serta kemitraan untuk memperkuat rantai nilai industri.
Momentum itu hadir melalui GIFA dan METEC Indonesia 2026 yang kembali mempertemukan pelaku industri pengecoran logam, metalurgi, besi dan baja, aluminium, hingga sektor manufaktur.
Diselenggarakan Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia, pameran ini memasuki edisi ketiga dan berlangsung pada 9-12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo).
Sekitar 260 perusahaan peserta dan 6.000 pengunjung profesional diperkirakan hadir. Teknologi yang ditampilkan mencakup pengecoran logam, metalurgi, besi dan baja, logam non-ferrous, fabrikasi, otomasi, hingga manufaktur berkelanjutan.
GIFA Indonesia menghadirkan teknologi untuk industri pengecoran, mulai dari peleburan, pembuatan cetakan dan coremaking hingga simulasi, otomasi dan pengujian.
Sementara METEC Indonesia berfokus pada teknologi metalurgi dan produksi logam. Cakupannya meliputi besi dan baja, logam non-ferrous, tungku, refractory, pengerolan, pembentukan, pengendalian proses hingga rekayasa pabrik.
Keduanya mempertemukan produsen, pemasok teknologi, perusahaan engineering, pengembang proyek dan pemangku kepentingan lainnya dalam satu ekosistem industri.
Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, mengatakan perkembangan hilirisasi membuat Indonesia membutuhkan teknologi dan keahlian untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.
"Industrialisasi hilir Indonesia menciptakan kebutuhan baru akan teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, dan kemitraan," ujar Wismer saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/8).
Perkembangan hilirisasi juga terlihat dari investasi di sektor logam dasar, barang logam, mesin dan peralatan. Pada semester I 2026, investasi sektor tersebut mencapai US$8,44 miliar, atau sekitar 14,9 persen dari total investasi nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022