Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2026 | 04.05 WIB

GIFA dan METEC Indonesia 2026 Dorong Hilirisasi Industri Logam dan Manufaktur

Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer memberikan paparan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/8). (Dony/JawaPos.com) - Image

Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer memberikan paparan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/8). (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Industri logam Indonesia terus berkembang seiring dengan agenda hilirisasi dan penguatan manufaktur nasional. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap teknologi, keahlian teknis, serta kemitraan untuk memperkuat rantai nilai industri.

Momentum itu hadir melalui GIFA dan METEC Indonesia 2026 yang kembali mempertemukan pelaku industri pengecoran logam, metalurgi, besi dan baja, aluminium, hingga sektor manufaktur.

Diselenggarakan Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia, pameran ini memasuki edisi ketiga dan berlangsung pada 9-12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo).

Sekitar 260 perusahaan peserta dan 6.000 pengunjung profesional diperkirakan hadir. Teknologi yang ditampilkan mencakup pengecoran logam, metalurgi, besi dan baja, logam non-ferrous, fabrikasi, otomasi, hingga manufaktur berkelanjutan.

GIFA Indonesia menghadirkan teknologi untuk industri pengecoran, mulai dari peleburan, pembuatan cetakan dan coremaking hingga simulasi, otomasi dan pengujian.

Sementara METEC Indonesia berfokus pada teknologi metalurgi dan produksi logam. Cakupannya meliputi besi dan baja, logam non-ferrous, tungku, refractory, pengerolan, pembentukan, pengendalian proses hingga rekayasa pabrik.

Keduanya mempertemukan produsen, pemasok teknologi, perusahaan engineering, pengembang proyek dan pemangku kepentingan lainnya dalam satu ekosistem industri.

Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, mengatakan perkembangan hilirisasi membuat Indonesia membutuhkan teknologi dan keahlian untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.

"Industrialisasi hilir Indonesia menciptakan kebutuhan baru akan teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, dan kemitraan," ujar Wismer saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/8).

Investasi Hilirisasi Terus Berkembang

Perkembangan hilirisasi juga terlihat dari investasi di sektor logam dasar, barang logam, mesin dan peralatan. Pada semester I 2026, investasi sektor tersebut mencapai US$8,44 miliar, atau sekitar 14,9 persen dari total investasi nasional.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore