
Forum Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk "Rethinking Rubber Exploitation" yang dilaksanakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN). (Istimewa).
JawaPos.com - Perubahan pasar komoditas global ikut mengubah cara perusahaan perkebunan mengelola bisnis karet. Keputusan teknis di kebun kini mulai diarahkan berdasarkan kondisi tanaman, data produktivitas, hingga efisiensi biaya agar hasil produksi tetap optimal tanpa mengorbankan keberlanjutan tanaman.
Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, menegaskan bahwa transformasi bisnis karet tidak lagi cukup mengandalkan peningkatan volume produksi semata.
Menurutnya, daya saing perusahaan ke depan akan ditentukan oleh kemampuan mengelola aset biologis secara berkelanjutan, menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, serta mengambil keputusan operasional yang berbasis data dan riset.
"Dinamika industri komoditas global menuntut kita untuk terus beradaptasi. Kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi harian menjadi pengelolaan biological asset yang sehat sehingga mampu memberikan produktivitas optimal, keuntungan yang berkelanjutan, serta memperkuat daya saing di pasar global," ujar Rizal di Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk "Rethinking Rubber Exploitation" yang dilaksanakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, dikutip Sabtu (8/8).
Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah penerapan prinsip "diagnosis before decision", yaitu memastikan setiap keputusan teknis, mulai dari pengaturan sistem sadap hingga penggunaan stimulansia, didasarkan pada hasil analisis kesehatan tanaman, kondisi kebun, serta perhitungan efisiensi biaya.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesehatan modal biologis, memperpanjang umur produktif tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pasar global, pihaknya juga mendorong pergeseran orientasi produksi menuju produk bernilai tambah tinggi.
"Perusahaan menargetkan peningkatan komposisi produksi bahan baku cair berkualitas premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, hingga mencapai rasio ideal 70 persen. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk, memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional, serta menciptakan profitabilitas yang lebih berkelanjutan," ungkapnya.
Transformasi bisnis turut diperkuat melalui penataan dan klasterisasi lebih dari 87 ribu hektare kebun karet produktif berdasarkan karakteristik dan potensinya. Kebun dengan produktivitas tinggi akan dikembangkan sebagai benchmark praktik terbaik, sementara kebun yang telah memasuki fase akhir produktivitas dioptimalkan nilai ekonominya sebelum memasuki program peremajaan secara berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022