Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18.20 WIB

Hadapi Perubahan Pasar, Strategi Bisnis Karet Mulai Bergeser ke Pengelolaan Berbasis Data

Forum Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk "Rethinking Rubber Exploitation" yang dilaksanakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN). (Istimewa). - Image

Forum Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk "Rethinking Rubber Exploitation" yang dilaksanakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN). (Istimewa).

JawaPos.com - Perubahan pasar komoditas global ikut mengubah cara perusahaan perkebunan mengelola bisnis karet. Keputusan teknis di kebun kini mulai diarahkan berdasarkan kondisi tanaman, data produktivitas, hingga efisiensi biaya agar hasil produksi tetap optimal tanpa mengorbankan keberlanjutan tanaman.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, menegaskan bahwa transformasi bisnis karet tidak lagi cukup mengandalkan peningkatan volume produksi semata.

Menurutnya, daya saing perusahaan ke depan akan ditentukan oleh kemampuan mengelola aset biologis secara berkelanjutan, menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, serta mengambil keputusan operasional yang berbasis data dan riset.

"Dinamika industri komoditas global menuntut kita untuk terus beradaptasi. Kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi harian menjadi pengelolaan biological asset yang sehat sehingga mampu memberikan produktivitas optimal, keuntungan yang berkelanjutan, serta memperkuat daya saing di pasar global," ujar Rizal di Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk "Rethinking Rubber Exploitation" yang dilaksanakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, dikutip Sabtu (8/8).

Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah penerapan prinsip "diagnosis before decision", yaitu memastikan setiap keputusan teknis, mulai dari pengaturan sistem sadap hingga penggunaan stimulansia, didasarkan pada hasil analisis kesehatan tanaman, kondisi kebun, serta perhitungan efisiensi biaya.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesehatan modal biologis, memperpanjang umur produktif tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pasar global, pihaknya juga mendorong pergeseran orientasi produksi menuju produk bernilai tambah tinggi.

"Perusahaan menargetkan peningkatan komposisi produksi bahan baku cair berkualitas premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, hingga mencapai rasio ideal 70 persen. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk, memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional, serta menciptakan profitabilitas yang lebih berkelanjutan," ungkapnya.

Transformasi bisnis turut diperkuat melalui penataan dan klasterisasi lebih dari 87 ribu hektare kebun karet produktif berdasarkan karakteristik dan potensinya. Kebun dengan produktivitas tinggi akan dikembangkan sebagai benchmark praktik terbaik, sementara kebun yang telah memasuki fase akhir produktivitas dioptimalkan nilai ekonominya sebelum memasuki program peremajaan secara berkelanjutan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore