Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2026 | 16.30 WIB

Gagas Forbisda 2026 Ajak Pelaku Bisnis Nasional Dorong Potensi Kabupaten

Perhelatan Forbisda 2026 diselenggarana untuk mempertemukan langsung pasokan daerah (supply) dengan kebutuhan industri (demand). (Istimewa). - Image

Perhelatan Forbisda 2026 diselenggarana untuk mempertemukan langsung pasokan daerah (supply) dengan kebutuhan industri (demand). (Istimewa).

JawaPos.com - Perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran telah menyebabkan terganggunya suplay minyak dunia yang menyebabkan tekanan terhadap perekonomian  global, tak terkecuali Indonesia. Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) berinisitif mengambil langkah taktis dalam memperkuat ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. 

Menggandeng Kadin Indonesia, Apkasi menginisiasi rangkaian kerja sama perdagangan lintas wilayah guna memperkuat hilirisasi komoditas dan memotong jalur distribusi pangan nasional melalui Forum Bisnis Daerah yang digelar di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Beberapa kerja sama strategis yang resmi disepakati di antaranya adalah kerja sama perdagangan antara Kabupaten Deli Serdang dengan Kabupaten Simalungun yang berfokus pada pengendalian inflasi daerah. Langkah serupa juga ditempuh melalui kerja sama antara Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Langkat dalam rangka meningkatkan volume perdagangan regional demi menekan laju inflasi. 

Tidak hanya antarpemerintah, sektor privat pun turut bergerak maju yang ditandai dengan kesepakatan dagang komoditas hortikultura bawang merah berskala besar antara PT Juma Berlian dari Sumatera Utara dengan CV Sudah Ada dari Kabupaten Brebes.

"Apkasi memiliki peran strategis sebagai mediator perdagangan antardaerah. Kerja sama yang terbangun hari ini tentu akan menjadi pintu awal bagi kita untuk membuktikan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia itu dimulai dari pinggiran, yaitu dari kabupaten-kabupaten kita," ujar Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, saat memberikan sambutan.

Bursah, yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat, menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari industri ekstraktif seperti pertambangan menuju hilirisasi komoditas hayati yang terbarukan. Ia mencontohkan potensi hasil pertanian dari daerahnya yang mampu memproduksi biji kopi hingga mencapai 300.000 ton per tahun. Menurutnya, peluang industri pengolahan hilir seperti ini harus mulai didekatkan ke sumber bahan baku di daerah, seperti di Sumatera Selatan, dan tidak harus selalu bergantung pada pusat-pusat produksi di Pulau Jawa.

Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa Forbisda 2026 sengaja dirancang secara optimal dalam dua sesi interaktif untuk mempertemukan langsung pasokan daerah (supply) dengan kebutuhan industri (demand). Forum memberikan panggung khusus kepada para kepala daerah untuk mengompilasi dan memaparkan produk-produk unggulannya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Azis Syamsudin, mengakui bahwa tantangan dunia usaha dan logistik di Indonesia saat ini memang tidak mudah, namun potensi pasar domestik yang sangat besar menjadi modal kuat yang harus terus diperbaiki. Kadin berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan strategis antardaerah seperti ini.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore