
Perhelatan Forbisda 2026 diselenggarana untuk mempertemukan langsung pasokan daerah (supply) dengan kebutuhan industri (demand). (Istimewa).
JawaPos.com - Perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran telah menyebabkan terganggunya suplay minyak dunia yang menyebabkan tekanan terhadap perekonomian global, tak terkecuali Indonesia. Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) berinisitif mengambil langkah taktis dalam memperkuat ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
Menggandeng Kadin Indonesia, Apkasi menginisiasi rangkaian kerja sama perdagangan lintas wilayah guna memperkuat hilirisasi komoditas dan memotong jalur distribusi pangan nasional melalui Forum Bisnis Daerah yang digelar di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Beberapa kerja sama strategis yang resmi disepakati di antaranya adalah kerja sama perdagangan antara Kabupaten Deli Serdang dengan Kabupaten Simalungun yang berfokus pada pengendalian inflasi daerah. Langkah serupa juga ditempuh melalui kerja sama antara Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Langkat dalam rangka meningkatkan volume perdagangan regional demi menekan laju inflasi.
Tidak hanya antarpemerintah, sektor privat pun turut bergerak maju yang ditandai dengan kesepakatan dagang komoditas hortikultura bawang merah berskala besar antara PT Juma Berlian dari Sumatera Utara dengan CV Sudah Ada dari Kabupaten Brebes.
"Apkasi memiliki peran strategis sebagai mediator perdagangan antardaerah. Kerja sama yang terbangun hari ini tentu akan menjadi pintu awal bagi kita untuk membuktikan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia itu dimulai dari pinggiran, yaitu dari kabupaten-kabupaten kita," ujar Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, saat memberikan sambutan.
Bursah, yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat, menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari industri ekstraktif seperti pertambangan menuju hilirisasi komoditas hayati yang terbarukan. Ia mencontohkan potensi hasil pertanian dari daerahnya yang mampu memproduksi biji kopi hingga mencapai 300.000 ton per tahun. Menurutnya, peluang industri pengolahan hilir seperti ini harus mulai didekatkan ke sumber bahan baku di daerah, seperti di Sumatera Selatan, dan tidak harus selalu bergantung pada pusat-pusat produksi di Pulau Jawa.
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa Forbisda 2026 sengaja dirancang secara optimal dalam dua sesi interaktif untuk mempertemukan langsung pasokan daerah (supply) dengan kebutuhan industri (demand). Forum memberikan panggung khusus kepada para kepala daerah untuk mengompilasi dan memaparkan produk-produk unggulannya.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Azis Syamsudin, mengakui bahwa tantangan dunia usaha dan logistik di Indonesia saat ini memang tidak mudah, namun potensi pasar domestik yang sangat besar menjadi modal kuat yang harus terus diperbaiki. Kadin berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan strategis antardaerah seperti ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022