
Foto: Ilustrasi: Belanja online. (ITRC)
JawaPos.com - Memasuki bulan Ramadhan, pola konsumsi masyarakat Indonesia seperti biasa akan kembali mengalami pergeseran signifikan. Aktivitas belanja daring meningkat tajam, dipicu kebutuhan rumah tangga, persiapan Lebaran, hingga tren berbagi hampers.
Data industri e-commerce menunjukkan transaksi bisa melonjak lebih dari 70 persen dibandingkan bulan biasa. Fenomena ini menjadikan Ramadhan sebagai salah satu periode terpenting dalam kalender ekonomi digital nasional.
Tokopedia dan TikTok Shop juga mencatat lonjakan aktivitas belanja yang konsisten setiap Ramadhan, termasuk pada waktu-waktu tidak biasa seperti menjelang sahur.
“Ramadhan selalu menjadi momen dengan pertumbuhan transaksi yang signifikan. Kami melihat antusiasme masyarakat meningkat, termasuk pada jam-jam menjelang sahur,” ujar Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia & TikTok E-commerce Indonesia di Jakarta, Rabu (11/2).
Menurutnya, momentum ini membuka peluang luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memperluas jangkauan pasar melalui kombinasi konten, rekomendasi personal, serta interaksi langsung dengan konsumen.
Peluang Besar, Persaingan Meningkat
Kategori seperti busana muslim, produk kecantikan, parfum, makanan ringan, dan hampers menjadi yang paling banyak diburu. Tren belanja lewat siaran langsung (live streaming) juga semakin kuat karena memberi pengalaman interaktif yang mendorong keputusan pembelian lebih cepat.
Namun di balik potensi kenaikan omzet, tantangan operasional turut meningkat. Lonjakan pesanan tanpa perencanaan matang dapat memicu kehabisan stok, keterlambatan pengiriman, hingga penurunan reputasi toko.
Pengamat ekonomi digital menilai, Ramadhan bukan sekadar musim diskon, melainkan ujian kesiapan manajemen bisnis. UMKM yang mampu mengelola stok, menjaga kualitas layanan, dan mempertahankan kepercayaan konsumen cenderung lebih bertahan setelah musim puncak berakhir.
Ada sejumlah aspek krusial yang perlu diperhatikan pelaku usaha selama Ramadhan.
1. Perencanaan stok yang akurat
Permintaan biasanya melonjak sejak awal bulan hingga menjelang Lebaran. Pemetaan produk terlaris dan strategi bundling dinilai efektif meningkatkan nilai transaksi.
2. Transparansi informasi produk
Deskripsi yang jelas, foto representatif, dan kepatuhan terhadap kebijakan platform menjadi fondasi menjaga kepercayaan pembeli di tengah persaingan ketat.
3. Optimalisasi konten dan interaksi

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
