
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa insentif di sektor pasar modal, khususnya terkait saham, baru akan dirilis jika ada keseriusan nyata dalam memberantas praktik saham gorengan.
Purbaya menyebut, sejauh ini dirinya masih mencermati langkah-langkah yang telah disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar terkait upaya penertiban pasar saham.
Namun, ia menekankan bahwa keseriusan tersebut perlu dibuktikan melalui tindakan yang konkret.
“Tadi kan Pak Mahendra sudah menyebutkan beberapa langkah yang disebutkan oleh dia. Saya akan lihat, akan nilai terus dia serius atau nggak,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1).
Ia juga memastikan hingga saat ini pemerintah belum akan memberikan insentif saham kepada para investor, terlebih memang belum ada permintaan secara detail kepada Kemenkeu.
Menurut dia, insentif tidak bisa diberikan begitu saja tanpa adanya capaian yang jelas. Salah satunya, dibuktikan dalam penegakan hukum pasar modal, seperti ada sejumlah orang yang ditangkap.
“Belum. Mereka belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang ditangkep,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa Memasuki 2026, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategis, yang fokus pada peningkatan integritas dan kedalaman pasar.
Pertama, peningkatan kualitas perusahaan tercatat melalui penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh dari entry requirement.
Kemudian peningkatan free float atau floating shares termasuk continuous free float, meningkatkan transparansi ultimate beneficial owner sampai exit policy yang jelas.
"Peningkatan transparansi ultimate beneficial owner untuk perusahaan tercatat diperlukan, untuk meminimalisasi transaksi efek yang tidak wajar dan meningkatkan likuiditas real di pasar. Sekaligus menjawab keraguan investor dan lembaga internasional," jelas Mahendra dalam sambutannya di Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selanjutnya, OJK juga akan melakukan peningkatan basis investor baik domestik maupun asing.
Program ini dilaksanakan melalui peningkatan peran investor istitusi terutama reksa dana, asuransi, dan dana pensiun, termasuk peningkatan basis investor baik domestik maupun asing.
Program ini, kata Mahendra, dilaksanakan melalui peningkatan peran investor institusi terutama reksa dana, asuransi, dan dana pension.
Para Investor tersebut dinilai semakin siap kembali memperbesar alokasi investasi di pasar modal secara sehat sesuai praktik manajemen risiko yang baik.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
