
Peluncuran 5G Telkomsel di Bandung pada Senin (21/7). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah tekanan kompetisi dan pertumbuhan industri telekomunikasi yang melambat, operator seluler pelat merah Telkomsel mengklaim berhasil mencatat kinerja keuangan yang tetap ekspansif pada kuartal III 2025.
Data internal Telkom menunjukkan kenaikan sejumlah indikator utama yang membuat operator terbesar di Indonesia itu menjadi penyumbang performa positif bagi grup.
Salah satu indikator yang menonjol adalah kenaikan pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) sebesar 5,2 persen secara kuartalan, dari Rp 41.300 menjadi Rp 43.400. Lonjakan ini terjadi ketika banyak operator lain masih menghadapi stagnasi konsumsi data dan kenaikan biaya operasional jaringan.
Sektor fixed broadband juga masih menjadi motor TelkomGroup. Jumlah pelanggan IndiHome tumbuh 7,5 persen dibanding periode September 2024, naik dari 10,73 juta menjadi 11,54 juta pelanggan pada kuartal yang sama tahun ini. Sementara layanan premium KartuHalo mencatat peningkatan 6,3 persen, mencapai 8,16 juta pelanggan.
Di sisi lain, bisnis digital Telkomsel, yang meliputi data, layanan digital, serta platform OTT, membukukan pertumbuhan 7,9 persen menjadi Rp 19,6 triliun. Kontribusi bisnis digital ini membuat laba bersih Telkomsel naik 11,5 persen menjadi Rp 4,71 triliun, dengan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) yang sangat tinggi, yaitu 83,7 persen.
Pengamat telekomunikasi dari STEI ITB, Agung Harsoyo, menilai capaian Telkomsel bukan sekadar hasil ekspansi jaringan, tetapi juga strategi pemanfaatan peluang transformasi digital nasional.
Menurutnya, model fixed mobile convergence (FMC), menggabungkan IndiHome dan layanan mobile Telkomsel melalui paket Telkomsel One, menjadi penopang ekosistem layanan yang lebih terpadu.
"Langkah Telkomsel menghadirkan berbagai layanan digital, termasuk bundling layanan OTT dan FMC seperti IndiHome serta Telkomsel One, cukup efektif memaksimalkan jaringan yang dimiliki," ujar Agung melalui keterangannya, Selasa (9/12).
Menurutnya, tanpa pengembangan 4G dan 5G secara masif, performa Telkomsel tidak akan sekuat ini pada September 2025. Sebagai informasi, saat ini Telkomsel mengoperasikan 288.295 BTS, yang terdiri dari 235.627 BTS 4G dan 4.009 BTS 5G. Pembangunan jaringan tersebut mendorong traffic data meningkat 17,2 persen secara tahunan hingga mencapai 17,5 juta TB.
Meski demikian, pengembangan jaringan 5G nasional diperkirakan masih menghadapi tantangan biaya dan regulasi. Telkomsel sebelumnya menargetkan 5.000 BTS 5G di 80 kota/kabupaten pada akhir 2025, angka yang cukup ambisius mengingat adopsi perangkat 5G di Indonesia masih belum merata.
Agung menilai keberhasilan mencapai target tersebut akan menentukan posisi Telkomsel pada kompetisi digital berikutnya, terutama untuk layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan jaringan berlatensi rendah.
"Jika target pembangunan 5G tercapai, kinerja Telkomsel di bisnis digital akan semakin kuat, terutama pada layanan yang berkaitan dengan AI," kata Agung.
Meski mencatatkan pertumbuhan, industri telekomunikasi nasional masih menghadapi sejumlah tekanan, mulai dari persaingan harga layanan data, kebutuhan investasi jaringan berkelanjutan, hingga konsumsi data yang bergerak lambat di beberapa wilayah.
Namun data kuartalan Telkom menunjukkan Telkomsel mampu menjaga momentum pertumbuhan dengan menumpukan strategi pada transformasi digital, integrasi FMC, dan monetisasi layanan berbasis data serta OTT.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
