JawaPos.com - Soekarno-Hatta Trade Facilitation Committee (STFC) menegaskan bahwa kebutuhan terbesar dalam perbaikan sektor kepabeanan saat ini adalah penyelarasan regulasi antar-kementerian, bukan pengalihan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kepada pihak swasta seperti SGS. Sikap ini disampaikan sebagai tanggapan atas munculnya diskusi publik terkait kemungkinan privatisasi fungsi tertentu dalam layanan kepabeanan.
Ketua Umum STFC yang juga menjabat sebagai Direktur Utama FIN Logistics, Andrianto Soedjarwo, menyatakan bahwa rangkaian reformasi yang sedang dikerjakan DJBC sudah berjalan pada arah yang tepat. Ia menilai bahwa penyempurnaan seharusnya dilakukan melalui penguatan mekanisme yang telah dibangun, bukan dengan mengurangi peran institusi negara yang memegang fungsi strategis.
"Yang dibutuhkan saat ini adalah harmonisasi regulasi dari berbagai kementerian dan lembaga. Jangan setiap ada hambatan di lapangan, DJBC yang disalahkan. Padahal mereka hanya menerapkan aturan dari pemilik regulasinya," tegas Andrianto dalam keterangannya, Sabtu (6/12).
Ia menyoroti bahwa salah satu hambatan utama dalam layanan kepabeanan adalah banyaknya aturan lintas lembaga yang saling tumpang tindih. Ketentuan teknis dari berbagai kementerian kerap diamanatkan kepada DJBC untuk dijalankan, namun minim sosialisasi, sehingga pelaksanaannya sering memunculkan kerancuan bagi pelaku usaha maupun petugas.
"DJBC tidak bekerja sendirian. Mereka menjalankan banyak aturan lintas kementerian. Ketika aturan tidak jelas atau tidak tersosialisasi, yang disalahkan tetap DJBC," ujarnya.
Menurut Andrianto, proses bisnis akan lebih cepat dan efisien apabila kementerian atau lembaga pembuat aturan turut aktif melakukan koordinasi dan sosialisasi. Langkah ini diyakini dapat mengurangi hambatan yang selama ini dikeluhkan dunia usaha.
Ia menambahkan bahwa menggantikan peran DJBC dengan entitas swasta bukan solusi yang tepat. DJBC memiliki mandat penting sebagai penjaga perbatasan, pengaman penerimaan negara, dan penggerak fasilitasi perdagangan internasional.
"Privatisasi bukan jawabannya. Reformasi yang dilakukan DJBC sudah menunjukkan hasil nyata, terutama dalam digitalisasi proses dan peningkatan transparansi. Yang perlu diperkuat adalah integritas, koordinasi, dan konsistensi antar-regulator," ujar Andrianto.
STFC menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan reformasi DJBC serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memusatkan perhatian pada penguatan tata kelola. Menurut mereka, mengganti institusi yang sedang berbenah dan berkontribusi besar bagi perekonomian bukanlah langkah yang tepat.
"Jika semua pemilik regulasi bergerak bersama, arus barang akan jauh lebih lancar dan ekosistem ekspor-impor akan semakin kompetitif," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022