Lahan pembibtan PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak perusahaan Astra Agro, PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI) mencatat telah memiliki luasan lahan pembibitan mencapai 72 hektare. Dengan luas tersebut, kapasitas tampung bibit kelapa sawit mencapai 500.000 pokok atau pohon.
Kepala Kebun PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI) Sariyanto menyampaikan pembibitan yang telah dihasilkan dan siap tanam akan dipasok untuk seluruh lahan sawit milik Astra Agro di Kalimantan Tengah.
“Pembibitan kita ini melayani untuk semua area di Kalimantan Tengah. Luasan bibitan kita ada di 72 hektare dengan kapasitas 500 ribu bibit yang bisa kita tampung di sini,” ujar Sariyanto di Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (30/10).
Lebih rinci Sariyanto membeberkan bahwa sistem pembibitan di GSDI dibagi menjadi dua tahap, yakni Pre-Nursery dan Main Nursery. Pada tahap Pre-Nursery, bibit yang berasal dari kecambah akan ditanam hingga berusia tiga bulan.
Setelah itu, bibit akan dipindahkan ke Main Nursery untuk dirawat hingga berumur 12 bulan hingga siap tanam di lapangan. Sariyanto mengatakan, per Oktober 2025, jumlah bibit yang ada di Main Nursery mencapai 104 ribu bibit, sementara di Pre-Nursery terdapat 204 ribu bibit dari total kapasitas 263 ribu bibit.
“Bibit di sini ditanam mulai dari kecambah dari 0 sampai dengan 3 bulan. Jadi pre-nursery sendiri perawatannya ada pemupukan, semprot hama penyakit, dan juga penyiraman,” tambah Sariyanto.
Tak hanya memastikan ketersediaan bibit untuk kebun internal, GSDI juga menyiapkan berbagai varietas unggulan. Untuk kebutuhan internal Astra Agro, disiapkan tiga varietas khusus yakni Sejahtera, Lestari, dan Nirmala. Sedangkan untuk masyarakat luas, varietas yang tersedia adalah Simalungun.
Menariknya, dalam setiap tahap perawatan, kebutuhan air untuk bibit juga diperhatikan secara detail. Setiap bibit di Pre-Nursery membutuhkan sekitar 1 liter air per hari, dengan penyiraman dilakukan dua kali, pagi dan sore, masing-masing sebanyak 500 mililiter dengan durasi 15 menit.
"Jadi untuk penyiraman dibagi menjadi dua, yang sesi pertama itu 500 mililiter selama 15 menit. Lalu sesi keduanya nanti di sore hari juga 15 menit. Jadi tiap sesinya ada 500 mili, dan totalnya untuk 1 harinya ada 1 liter. Itu untuk kebutuhan 1 pokoknya atau 1 bibitnya," pungkas Sariyanto.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
