
Direktur Aspirasi Hidup Indonesia Gregory S. Widjaja. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah tanda-tanda lesunya perekonomian nasional yang masih membayangi daya beli masyarakat, sektor ritel masih menghadapi tantangan berat di penghujung 2025. Namun, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) tetap menaruh harapan besar pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk menggenjot kinerja penjualan.
Direktur Aspirasi Hidup Indonesia Gregory S. Widjaja mengatakan, periode akhir tahun biasanya menjadi puncak penjualan bagi perusahaan ritel, termasuk ACES atau Azko. Ia memperkirakan kontribusi penjualan saat Nataru bisa mencapai 25–30 persen dari total pendapatan kuartal keempat.
“Kontribusi penjualan saat Nataru kemungkinan sekitar 25%–30% dari total pendapatan kuartal keempat,” ujar Gregory ditemui JawaPos.com saat acara reopening gerai Azko di Pondok Indah Mall, Kamis (30/10).
Menurut Gregory, meski tekanan ekonomi masih terasa dan perilaku konsumsi masyarakat cenderung lebih hati-hati, ACES tetap optimistis berkat produk-produk kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup yang dinilai tetap relevan.
Untuk memperkuat daya tariknya, ACES juga memperbarui konsep toko-tokonya agar lebih modern, interaktif, dan dekat dengan konsumen.
Langkah ini diwujudkan lewat pembukaan kembali gerai Azko di Pondok Indah Mall 1, yang kini tampil dengan desain lebih segar dan ramah pengunjung. Produk yang dijajakan pun telah dikurasi sesuai tren gaya hidup masyarakat urban yang mencari kepraktisan dan estetika dalam satu paket.
“Kompetisi di industri ritel pasti terjadi, termasuk kemunculan kembali merek lama. Namun kami punya pengalaman 30 tahun dengan portofolio produk kuat dan dikenal masyarakat. Kami percaya Azko kini sudah naik kelas dan akan terus menjadi pilihan utama konsumen Indonesia,” tutur Gregory.
ACES juga masih berani mematok target ekspansi cukup agresif dengan membuka 25 hingga 30 toko baru sepanjang 2025. Fokus pengembangan diarahkan ke kota-kota tier ketiga di luar Jawa, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan konsumsi baru.
Perusahaan menyiapkan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar untuk rencana tersebut.
“Kami untuk ekspansi toko-toko baru itu fokusnya di pembukaan di luar Jawa, di kota-kota tier ketiga di Indonesia,” imbuh Gregory.
Meski ekonomi belum sepenuhnya stabil, ACES menegaskan komitmennya menjalankan strategi jangka panjang. Ekspansi ke luar Jawa, termasuk ke daerah seperti Abepura, Sorong, dan Rantau Prapat, diharapkan dapat memperluas basis pelanggan sekaligus memperkuat posisi merek Azko di pasar nasional.
“Sejak berubah menjadi Azko, kecepatan pembukaan toko memang meningkat dan akan kami lanjutkan tahun depan,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, kinerja sektor ritel domestik sepanjang 2025 masih menghadapi tekanan akibat daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.
Laju inflasi yang sempat meningkat pada kuartal kedua, ditambah biaya hidup yang terus naik, membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja produk non-esensial seperti perlengkapan rumah dan gaya hidup.
Dalam konteks ini, strategi ACES yang menumpukan harapan pada momentum musiman seperti Nataru tampaknya menjadi langkah realistis untuk menjaga perputaran kas.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
