Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Oktober 2025 | 05.30 WIB

Industri Cat dan Pelapis Indonesia Melangkah Maju, Pacific Coatings Show 2025 Hadir di Jakarta

Pameran dan konferensi internasional Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025) resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada Rabu (29/10) hari ini. (Nanda Prayoga/JawaPos.com - Image

Pameran dan konferensi internasional Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025) resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada Rabu (29/10) hari ini. (Nanda Prayoga/JawaPos.com

JawaPos.com - Pameran dan konferensi internasional Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025) resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada Rabu (29/10) hari ini. Pameran ini akan berlangsung pada 29-31 Oktober 2025, sekaligus menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem industri cat dan pelapis (coatings) di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Kali ini, 80 merek lokal dan internasional dari berbagai negara ikut serta, termasuk Jerman, Belanda, Finlandia, Korea Selatan, Malaysia, Tiongkok, Singapura, dan Thailand. Beberapa pemain besar juga turut berpartisipasi, seperti BYK, Niemann, Ceronas, VMA Getzmann, dan Colorindo Chemtra.

Dalam sambutannya, Alexander Mattausch, Executive Director Exhibitions NürnbergMesse GmbH, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara, sekaligus salah satu negara dengan pertumbuhan paling pesat di dunia bagi industri cat dan pelapis.

“Indonesia adalah negara yang paling berkembang di dunia saat ini untuk industri cat dan pelapis. Pertukaran pengetahuan dan teknologi di kawasan ini menjadi kunci. Kami bahkan melihat potensi Indonesia untuk menjadi negara dengan industri cat dan pelapis terbesar keempat, bahkan ketiga, di dunia dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang,” ujar Alexander pada saat pembukaan di JiExpo Kemayoran.

Sementara itu, Matthias Janz, Director Trade Shows Vincentz Network, mengungkapkan bahwa masa depan industri ini tak akan dikuasai oleh satu pihak atau negara tertentu, melainkan dibangun dengan jejaring dan kolaborasi lintas sektor.

“Masa depan industri ini tidak akan dikuasai oleh satu kelompok atau negara, tetapi ditentukan oleh jaringan yang kita bangun melalui kolaborasi bersama. Saya berharap momentum pameran ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh pelaku industri untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan,” ungkap Matthias.

Tak hanya itu, dirinya juga menyoroti bahwa tantangan global seperti rantai pasok (supply chain), regulasi, dan keberlanjutan hanya bisa diatasi melalui aksi nyata. Salah satunya melalui pameran seperti ini yang menemukan sejumlah pemangku industri dari berbagai negara.

Selaras dengan itu, Kris Rianto Adi Darma, Ketua Asosiasi Perusahaan Cat Indonesia (APCI), menegaskan bahwa pameran ini sebagai “premier gathering” industri cat dan pelapis di Asia Tenggara.

“Indonesia bukan sekadar pemain, tetapi menjadi strategic anchor bagi pasar global. Kolaborasi antara supplier dan produsen menjadi kunci untuk mencapai tujuan jangka panjang secara sinergis. Selain itu, kita juga harus terus berinvestasi pada sumber daya manusia, karena masa depan industri ini ditentukan oleh kualitas dan inovasi para pelakunya,” tukas Kris.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore