
Penyemprotan anti hama untuk mendukung peningkatn produksi pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional di Kabupaten Indramayu. (Foto: Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) kembali mendorong terciptanya berbagai inovasi untuk mendukung peningkatan produksi pertanian melalui program FertInnovation Challenge 2025. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia menyadari pentingnya untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak.
Program ini dapat diikuti oleh talenta muda, peneliti, startup, hingga profesional untuk berinovasi menjawab berbagai tantangan baru di industri pupuk dan pertanian di Indonesia. Rahmad Pribadi menuturkan, pemerintah telah menetapkan target swasembada pangan dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia
"Oleh karena itu, Pupuk Indonesia memberikan peluang selebar-lebarnya bagi para talenta muda, peneliti, startup, hingga profesional untuk bisa berkontribusi mendukung target tersebut melalui ide-ide riset dan teknologi di bidang pertanian dan pangan," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/10).
Swasembada pangan, lanjut Rahmad, telah menjadi agenda prioritas pemerintah pada 2025. Hal tersebut tercermin dalam peningkatan alokasi anggaran serta penyusunan Rencana Pangan Nasional 2025–2029.
Pemerintah juga memperkuat intervensi melalui program cetak sawah dan ekspansi lahan tanam untuk mendukung produksi pangan domestik. Program FertInnovation Challenge 2025 hadir sejalan dengan upaya tersebut, yaitu sebagai wadah inovasi untuk menghasilkan ide atau gagasan yang dapat mendukung produksi, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pangan nasional.
"Saya berharap FertInnovation Challenge 2025 bersama Indonesia Agrichemical Research Institute tidak sekadar menjadi ajang kompetisi ide, tetapi berkembang menjadi ekosistem inovasi berkelanjutan yang mendorong efisiensi, memperkuat daya saing, dan menjaga relevansi kita semua dalam menghadapi dinamika global," jelas Rahmad.
FertInnovation Challenge tahun ini dihadirkan dengan mengusung tema 'Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency'. Selain itu juga melombakan empat kategori strategis, antara lain Precision Agriculture & Digital Farming; kemudian Climate-Resilient & Sustainable Fertilizer; AI-Driven Agri Supply Chain, dan terakhir kategori Process & Plant Engineering.
Program ini mulai dibuka sejak tanggal 6 Oktober hingga 20 November 2025. Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab tantangan utama di sektor pertanian saat ini, yaitu perlunya adopsi teknologi digital (sensor, AI, dan IoT), transformasi proses produksi pupuk, dan pengelolaan rantai pasok yang efisien dan ramah lingkungan.
Pupuk Indonesia meyakini inovasi yang relevan terhadap kebutuhan industri serta kesiapan teknologi akan menjadi kunci untuk mempercepat transisi menuju pertanian modern dan berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022