Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal kesiapan Bank BRI untuk menerima tambahan dana likuiditas dari pemerintah. Sembari berkelakar, Purbaya menyebut kesiapan itu disampaikan Direktur Utama Bank BRI, Hery Gunardi sebagai bentuk ketakutan.
Ketakutan itu berkaitan dengan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dirinya yang dilakukan belakangan ini ke sejumlah perbankan milik pemerintah penerima dana kucuran Rp 200 triliun. Terkait pengakuan kesiapan Dirut BRI itu, Purbaya memastikan bakal mengeceknya terlebih dahulu.
"Dia ketakutan kali mau saya datangin. Dia bilang udah siap. Saya akan cek betul-betul," ujar Purbaya saat ditemui di Hotel Shangrila Jakarta usai menghadiri acara Luncheon Talk Prasati, Rabu (8/10).
Purbaya juga mengaku akan mengatur jadwal untuk melakukan sidak ke Bank BRI. Salah satunya untuk memastikan terkait kesiapan menerima dana tambahan dari pemerintah.
"Nanti saya akan sana diam-diam tapi ya. Betul siap apa nggak," tambahnya.
Sebelumnya, Direktur BRI, Hery Gunardi mengaku siap untuk kembali menerima suntikan likuiditas dari pemerintah. Terlebih penyerapan dari Rp 55 triliun realisasinya sudah mencapai 65 persen dan akan habis pada akhir bulan ini.
Saat ditanya soal permintaan dana tambahan, Hery menyebut masih akan menghitung. Tetapi dia memastikan bakal siap jika ditambah berapapun nilai suntikannya. "Nanti kita hitung, tergantung yang mau kasih kan. Kita terima berapa pun," kata Hery Gunardi saat ditemui di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (8/10).
Hery juga menjelaskan bahwa sebagian besar dana tersebut telah dialirkan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bahkan, dia mengungkapkan bahwa booking penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI sangatlah tinggi mencapai Rp 1,5 triliun.
"Booking UMKM kita itu sehari ya KUR dan sebagainya mikro sekitar 1,2-1,5 triliun, jadi itu," imbuhnya.
Namun Hery juga mengungkapkan, likuiditas dari pemerintah tidak hanya diberikan kepada UMKM. Tetapi juga korporasi yang ada hubungannya dengan sektor riil untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat.
Lebih rinci, Hery menyebut penyaluran likuiditas dari pemerintah diberikan ke sejumlah sektor. Mulai dari pertanian, perkebunan hingga perdagangan. "Sektornya macam-macam, kalau di BRI kan ada pertanian, perkebunan, perdagangan juga ada, industri juga ada," rincinya.
Terakhir, Hery juga memastikan bahwa sisa penyerapan likuiditas yang mencapai 35 persen lagi akan disalurkan paling lambat akhir bulan Oktober ini. "(35 persen likuiditas) paling lama (akan disalurkan) bulan ini sih," tukasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
