
Armada truk listrik bakal segera wara-wiri di jalanan Indonesia untuk mendukung sektor logistik. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tren elektrifikasi kendaraan kini mulai merambah sektor yang sebelumnya dianggap sulit atau bahkan tidak mungkin mengaplikasikannya. Sektor tersebut adalah industri logistik dan jasa pengiriman menggunakan truk listrik.
Sebelumnya, kendaraan berat yang berpenggerak listrik memang sudah semakin lumrah ditemui dan bahkan sudah ada dalam kegiatan sehari-hari masyarakat di perkotaan. Bentuknya adalah bus listrik.
Sementara kalau truk listrik, sejauh ini sifatnya masih eksibisi atau uji coba semata. Belum ada yang benar-benar turun ke jalan dan melakoni tugasnya untuk mendukung sektor usaha dan kegiatan ekonomi lainnya.
Langkah ini dimulai oleh PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (JBL) yang mengumumkan rencana pengadaan 500 unit truk listrik hingga 2030, sebuah langkah strategis yang menandai pergeseran menuju praktik green logistics atau logistik ramah lingkungan.
Komitmen tersebut diumumkan dalam peluncuran resmi Indomobil JAC belum lama ini. Tahap awal, sekitar 20 unit truk listrik diproyeksikan tiba di Indonesia pada akhir 2025, sebelum berlanjut dengan distribusi bertahap hingga enam tahun ke depan.
Jika sebelumnya kendaraan listrik lebih banyak menyasar pasar penumpang, inisiatif JBL menyoroti peluang elektrifikasi di kendaraan niaga yang selama ini mengandalkan truk berbahan bakar diesel.
Transformasi ini tidak hanya relevan dengan isu pengurangan emisi, tetapi juga menjawab tantangan pasokan BBM di luar Jawa yang kerap menghambat distribusi barang.
"Transisi menuju green logistics merupakan langkah strategis sekaligus tanggung jawab kami dalam mengurangi emisi. Di sisi lain, peralihan ke armada listrik membantu menjawab keterbatasan bahan bakar diesel," kata Presiden Direktur JBL, James Budiarto Tjandrakesuma di Jakarta.
Sejak 2024, JBL sudah melakukan uji coba truk listrik untuk menguji ketahanan dan kesesuaian dengan kondisi jalan di Indonesia. Hasilnya menjadi dasar keyakinan bahwa armada listrik siap dipakai dalam distribusi nasional.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya di pengadaan armada, melainkan juga pada kesiapan ekosistem. JBL menyebut tengah memetakan titik pengisian daya dan bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk di wilayah Sulawesi.
Langkah ini penting karena infrastruktur pengisian masih menjadi salah satu hambatan utama percepatan elektrifikasi di kendaraan niaga.
Bagi industri pengguna jasa logistik, khususnya sektor fast moving consumer goods (FMCG), penggunaan truk listrik diperkirakan memberi dampak positif. Selain konsistensi distribusi dan potensi efisiensi biaya jangka panjang, keberadaan armada listrik juga mengurangi jejak karbon dalam rantai pasok.
"Supply chain yang bersih adalah investasi bersama. Dengan armada listrik, distribusi bukan hanya tepat waktu, tapi juga membawa pesan keberlanjutan yang relevan bagi konsumen masa kini," ujar James.
JBL sendiri menargetkan separuh armadanya sudah berbasis listrik pada 2030. Roadmap ini menegaskan bahwa transisi ke logistik hijau bukan sekadar wacana, melainkan strategi jangka panjang untuk beradaptasi dengan tuntutan zaman sekaligus kebijakan lingkungan yang semakin ketat.
Langkah JBL sejalan dengan tren global elektrifikasi kendaraan niaga, di mana keberlanjutan menjadi kunci daya saing industri logistik di masa depan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
