
Produk berbasis eco-fashion Tatik Nurhayati kini tak hanya dipasarkan di Surabaya, tapi juga menembus Jakarta, Bali, Balikpapan, Tasikmalaya, hingga Ambon. (istimewa)
JawaPos.com – Di tangan Tatik Nurhayati, karung goni tak sekadar limbah. Lewat workshop Namine Goni di Jalan Wonosari Kidul 2 No 21, Wonokromo, bahan bekas itu disulap menjadi tas, dompet, runner meja, hingga sarung bantal yang bernilai jual tinggi. Produk berbasis eco-fashion itu kini tak hanya dipasarkan di Surabaya, tapi juga menembus Jakarta, Bali, Balikpapan, Tasikmalaya, hingga Ambon.
Usaha itu dirintis empat tahun lalu. Awalnya Tatik memproduksi dekorasi rumah. Namun karena banyaknya pesaing, ia beralih ke produk fashion. Goni dipilih karena kuat, unik, dan ramah lingkungan.
"Saya kombinasikan dengan tenun, denim, dan katun supaya lebih menarik," ujarnya, Jumat (4/7).
Tatik menggunakan tiga jenis goni. Yakni goni meteran, goni bekas kopi dari Kapal Api, dan goni pembungkus cengkeh yang warnanya lebih gelap. Goni baru langsung dipola, sedangkan goni bekas harus dicuci dan dijemur sebelum dijahit. Dalam sebulan, omzetnya rata-rata Rp 10–12 juta. Jika sedang ramai pameran, bisa tembus Rp 15 juta.
Penjualannya banyak didukung pameran dan platform digital seperti Instagram. Tatik juga menjalin kerja sama dengan perusahaan untuk suplai karung bekas dan penjualan. Produknya sempat dipesan Bank Indonesia dalam jumlah besar sebagai suvenir. Dia dibantu enam pegawai tetap dan belasan mitra pengrajin untuk memenuhi pesanan.
Setiap produk dibuat tematik dan menyesuaikan tren. Tas body bag, dompet koin, hingga sarung bantal untuk kursi kayu jadi andalan. Banyak juga pembeli yang request dengan tema unik. Harga dibanderol dari Rp 15 ribu hingga Rp 450 ribu.
"Kalau produksi massal, sehari bisa selesai 10–15 item," katanya.
Kendala utama ada pada pemasaran. Tatik mengandalkan pameran dan menitipkan produknya di galeri Pemkot serta lewat Instagram. Penjualan paling besar dari pameran. Menurutnya, tantangan utama adalah saat tidak ada pameran. Sehingga hanya mengandalkan dari galeri dan Instagram.
"Saya manfaatkan momen pameran juga untuk belajar dan memantau tren," pungkasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
