JawaPos.com - Perusahaan asal Hungaria, Roatex Ltd. Zrt, melalui anak usahanya, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20 karyawan.
Direktur Utama RITS Attila Keszeg menjelaskan, kebijakan restrukturisasi itu diambil untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan fase operasional proyek MLFF di Indonesia.
"Kami saat ini sedang melakukan penataan kembali manajemen sekaligus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat sejumlah posisi, dengan sumber daya manusia profesional andal dengan kemampuan dan kompetensi tinggi agar mampu mendukung dan menyukseskan fase operasional proyek MLFF ini," ungkap Attila dalam keterangannya, Selasa (11/7).
Dia memastikan, upaya perombakan manajemen ini telah diketahui dan dilakukan dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah. "Tentu saja langkah ini kami lakukan dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR dan BPJT," imbuh Attila.
Sementara itu, Kuasa Hukum PT RITS Mochamad Sutami Attamimi menjelaskan bahwa salah satu langkah yang diambil manajemen dalam restrukturisasi ini adalah memberhentikan sejumlah karyawan. Adapun dasar dari keputusan manajemen baru mengakhiri hubungan kerja adalah berdasarkan evaluasi terhadap perilaku, dedikasi, dan loyalitas karyawan selama ini.
"Langkah efisiensi ini dimaksudkan untuk mencegah kerugian materiil dan non-materiil lebih lanjut," jelas Mochamad Sutami.
Dia menambahkan, sekalipun terjadi pengurangan karyawan, pada saat yang bersamaan juga akan lakukan perekrutan untuk mengisi sejumlah posisi di tubuh PT RITS. Menurut kuasa hukum yang biasa disapa Miki menjelaskan bahwa dalam mengambil keputusan ini, PT RITS tetap merujuk pada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia dan akan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
"PT RITS tentunya akan memberikan pesangon atau kompensasi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan baik untuk karyawan tetap maupun karyawan kontrak. Bahkan kami menawarkan lebih dari yang diatur oleh regulasi ketenagakerjaan," tuturnya.
"Bagi karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja, PT RITS juga membantu mencari solusi agar mereka dapat bekerja di tempat lain dengan menawarkan jasa agensi pencarian bakat (headhunter) sehingga mereka mendapatkan panduan tentang peluang kerja berdasarkan kualifikasi mereka," ujarnya.
Mochammad Sutami berharap semuanya berjalan sesuai rencana, namun ia tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang belum dapat menerima keputusan ini. Terkait hal itu, PT RITS akan selalu berpedoman pada perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku, jika nantinya ada pihak-pihak yang belum dapat menerima kebijakan ini.
Sebagai informasi, terkait progres proyek MLFF, PT RITS dengan jumlah karyawan 51 orang terdiri dari 2 orang Hungaria dan 49 orang asal Indonesia. Sementara itu, hingga kini Roatex Indonesia telah menggunakan sekitar 30 persen dari dana yang dialokasikan, atau setara Rp 1,3 triliun, untuk mempersiapkan MLFF dari berbagai aspek.
Progres proyek MLFF juga dapat dilihat dari kesiapan pusat kontrol di mana keakuratan sistem MLFF telah mencapai 95 persen dan akan terus ditingkatkan sesuai batasan yang ditetapkan oleh BPJT. Hingga saat ini dua gerbang tol telah dipasang, yaitu Gerbang Tol 128 di Cimanggis dan Gerbang Tol 208 di Pondok Melati, dengan target pemasangan 400 gerbang tol di seluruh Indonesia.