
Hanggar GMF
JawaPos.com - Kenaikan tarif tiket pesawat memicu polemik di masyarakat. Pemerintah pun diminta untuk turun tangan mengatasi masalah tersebut. Tidak lama kemudian, kegundahan itu dijawab. Para maskapai setuju menurunkan tarif pesawatnya kembali sesuai dengan peraturan pemerintah.
Masalah di industri penerbangan saat ini memang menjadi ironi. Murahnya tarif tiket pesawat beberapa waktu lalu, sebenarnya dipicu karena perang tarif antar maskapai. Begitu tarif normal kembali, operator malah kena batunya.
Wacana pembebasan mekanisme penentuan tarif ke pasar bebas pun muncul. Keinginan itu dilakukan agar maskapai bisa menentukan tarif sendiri tanpa perlu terbebani aturan.
Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai wacana itu tidak bisa dilakukan. Alasannya, keributan yang lebih besar berpotensi terjadi karena maskapai bisa menaikkan tarif seenak jidatnya.
"Ini diatur dengan peraturan pemerintah saja rakyat teriak-teriak. Ada batas atas, batas bawah saja teriak-teriak, apalagi nggak ada batas atas," ujar Alvin kepada JawaPos.com saat dihubungi, Senin (14/1).
Di sisi lain, mekanisme penentuan tarif melalui batas atas dan batas bawah yang diatur pemerintah merupakan amanat dalam undang-undang. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.
"Batas atas itu amanat undang-undang, bukan cuman peraturan menteri. Permen itu hanya mengatur nilainya berapa. Coba lihat tarif batas atas diatur UU 1 tahun 2009 untuk melindungi konsumen," jelasnya.
Alvin menegaskan, jika penentuan tarif diberikan ke pasar bebas, justru akan semakin mencekik konsumen. Bisa-bisa, langkah itu akan menjadi boomerang bagi industri penerbangan.
"Kalau tidak diatur bisa saja dari Surabaya ke Jakarta dengan tarif Rp 3-5 juta gimana? Itu kenaikan kemarin tidak melanggar lho. Itu karena konsumen sudah menikmati banting-bantingan harga, jadi ketika kembali ke normal konsumen terkaget-kaget," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan hal senada. Menurutnya, tidak bisa penentuan tarif dilepas ke pasar bebas. Hal itu justru bisa membahayakan industri penerbangan itu sendiri.
"Karena ini kepentingan publik juga. Jadi ada harga atas ada harga bawah. Berarti kan kalau tidak diatur ya bubar semua, jadi harus nurut (sama aturan). Pemerintah tidak mungkin memberikan kebijakan yang bisa merugikan perusahaanlah," kata Luhut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
