
Minyak goreng di supermarket
Jawapos.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberi mandat kepada produsen minyak goreng kemasan memproduksi minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebanyak 20 persen dari produksi.
Minyak tersebut harus dikemas dalam ukuran 500 mililiter serta ukuran 1 liter. Masing-masing dijual dengan harga Rp 6 ribu serta Rp 11 ribu untuk minyak goreng kemasan.
"Itu harus tersedia. Dan kalau tidak ada maka akan diusut karena dulu saling lempar,” tutur Enggar di kantornya, Jakarta, Rabu (28/3).
Dari sisi produksi, Enggar mengaku tidak ada kekhawatiran. Sebab untuk stok di pasar tradisional dan warung eceran akan di stok oleh distributor dengan mencantumkan harga eceran tertingginya.
"Dari sisi jumlah saya mewajibkan untuk produksi minyak goreng Rp 10.500 per liter untuk minyak curah atau Rp 11 ribu untuk kemasan sederhana dengan 16 ribu liter total yang harus diproduksi adalah 20 persen dari minyak goreng masing-masing perusahaan,” jelasnya.
Adanya mandat mengenai produksi minyak goreng ini dilakukan Kemendag untuk mengintervensi harga menjelang bulan puasa dan hari raya lebaran tahun 2018 mendatang. Upaya ini akan mulai diterapkan di toko-toko ritel, pasar trasional serta warung-warung yang mengambil stok dari distributor.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
