Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Oktober 2017 | 01.08 WIB

PLTU Mulut Tambang Terbesar Dibangun

Ilustrasi listrik - Image

Ilustrasi listrik

JawaPos.com - PT Bukit Asam Tbk gencar mengembangkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang dengan total kapasitas 4.240 megawatt (mw). Investasi yang dibutuhkan mencapai USD 6,95 miliar.


Salah satu PLTU terbesar di tanah air yang segera dibangun adalah PLTU Mulut Tambang Sumsel 8. PLTU mulut tambang dibangun di dekat lokasi pertambangan. Dengan demikian, harga batu bara yang digunakan bisa lebih murah karena ongkos angkut mampu ditekan.


Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin menyatakan, kebutuhan batu bara akan meningkat seiring dengan beroperasinya beberapa proyek pembangkit tersebut. ”Saat ini kontribusi penjualan batu bara Bukit Asam ke PLN terus meningkat. Laba kami juga terdongkrak dengan naiknya penjualan serta harga batu bara,” paparnya setelah penandatanganan amandemen PPA (power purchase agreement) dengan PLN di Jakarta kemarin (19/10).


BUMN tersebut baru mengelola pembangkit dengan total kapasitas 266 mw di tiga lokasi. Yakni, 2 x 8 mw di Tanjung Enim; 3 x 10 mw di Tarahan, Lampung; dan 2 x 110 mw di Banjarsari, Lahat. Sementara itu, beberapa proyek pembangkit perseroan yang tengah dikembangkan, antara lain, PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dengan kapasitas 2 x 620 mw di Muara Enim, Sumatera Selatan, yang akan dibangun bersama China Huadian melalui anak perusahaan PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP).


PLTU tersebut membutuhkan pasokan 5 juta ton batu bara per tahun dengan konstruksi awal dibangun pada 2018.


Rencananya, proyek yang masuk program 35 ribu mw itu memasuki commercial operation date (COD) pada 2021 untuk unit I dan pada 2022 untuk unit II. PTBA dan PLN telah menandatangani amandemen PPA proyek tersebut dengan harga jual listrik mencapai USD 4,79 sen per kWh.


Dalam amandemen PPA itu, terjadi beberapa perubahan. Yakni, listrik yang awalnya dialirkan ke Jawa dengan menggunakan high voltage direct current (HVDC) kini disalurkan ke Sumatera dengan jalur transmisi extra high voltage 500 kv.


Perubahan dilakukan karena kebutuhan listrik di Jawa sudah mencukupi sehingga listrik dialihkan ke Sumatera. Kebutuhan listrik di Sumatera saat kondisi beban puncak mencapai 6 ribu mw. Sementara itu, pertumbuhannya bisa mencapai 12 persen per tahun. Pasokan listrik dari pembangkit di sana masih kurang 600 mw. ”Dalam 4 tahun saja, kebutuhan listrik di sana bisa tumbuh 50 persen,” imbuh Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk Suherman.


Selain itu, PTBA akan membangun PLTU Mulut Tambang Peranap dengan kapasitas 2 x 300 mw di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Ada pula PLTU Mulut Tambang Sumsel 6 dengan kapasitas 2 x 300 mw di Tanjung Enim.


Perseroan juga bakal melakukan ekspansi dengan membangun PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 dan 10 dengan kapasitas 3 x 600 mw. Rencananya, pasokan listrik dari kedua PLTU tersebut dialirkan ke Jawa jika pasokan listrik di Sumatera telah memadai.


Perseroan gencar membangun PLTU mulut tambang lantaran adanya peraturan dari Kementerian ESDM bahwa proyek PLTU harus dekat dengan bahan baku.


Tak hanya proyek PLTU, perseroan juga tengah mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 mw di Umbilin. ”Kami sudah mengirim surat ke PLN tentang hal itu. Waktu konstruksinya masih menunggu hasil dari PLN,” ujarnya. Dia menambahkan, masa depan pembangkit listrik yang tidak hanya mengandalkan energi fosil menjadi pertimbangan pembangunan PLTS tersebut. (*)



Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore