Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Januari 2017 | 04.32 WIB

Pengembangan Gresik Utara Menjadi Pusat Ekonomi Baru, Potensi Kuat Investor Terpikat

UNTUK EKSPOR-IMPOR: Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG) menunjang Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di bagian utara Gresik. - Image

UNTUK EKSPOR-IMPOR: Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG) menunjang Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di bagian utara Gresik.

Menipisnya lahan menjadi salah satu problem pengembangan industri dan perumahan di Kota Pudak. Pemkab berupaya mencari alternatif lain. Di kawasan Gresik Utara, dikembangkan pusat ekonomi baru di masa mendatang.



DERETAN pergudangan baru berderet apik di Jalan Raya Manyar. Gudang yang sebagian disediakan untuk bahan produksi berdiri teratur. Lokasinya berimpit dengan akses pantura.


Selama ini, kawasan industri di Manyar menjadi penopang pengembangan Gresik Utara. Banyak pengusaha industri dan properti yang melakukan ekspansi ke Sidayu, Panceng, Bungah, Dukun, dan Ujungpangkah.


Mereka tergerak setelah melihat geliat bisnis di Manyar. ’’Perkembangan Gresik Utara tidak bisa lepas dari Manyar. Industri, terutama,’’ jelas Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pelayanan Perizinan Penanaman Modal Gresik Bambang Irianto saat ditemui akhir pekan.


Pemkab, lanjut dia, memiliki keinginan kuat untuk mendorong kemajuan Gresik Utara. Termasuk menggarap potensi ekonomi masyarakatnya.


Langkah tersebut diwujudkan dengan penyusunan draf rencana detail tata ruang kabupaten (RDTRK) kawasan Gresik Utara. Usul itu masih dikaji DPRD Gresik.


Ada beberapa bidang yang bakal digenjot. Salah satunya adalah sektor industri. Berdasar RDTRK, bagian pengolahan bakal dikembangkan di Kecamatan Ujungpangkah, Sidayu, dan sebagian wilayah Panceng.


Di tiga kecamatan tersebut, juga disiapkan area khusus untuk pendirian kawasan perdagangan-jasa. Yakni, Kecamatan Ujungpangkah dengan lokasi andalan di Desa Banyuurip, Pangkahwetan, Ketapanglor, atau Karangrejo.


Meski industri dikembangkan besar-besaran, pemkab tak bakal melupakan RTRW yang menjadi pedoman. Sesuai dengan RTRW, sebagian besar Gresik Utara diplot sebagai daerah pengembangan agropolitan dan minapolitan.


Menurut Bambang, rencana itu tak mungkin diubah. Sektor industri justru bakal mengikuti. Industri nonpolusi diprioritaskan.


’’Perusahaan di Gresik Utara yang mendukung pengembangan agropolitan dan minapolitan diprioritaskan,’’ katanya.


Saat ini, ada pembangunan empat kawasan industri yang tersebar di empat kecamatan. Di antaranya, Kawasan Industri Sedayu (KIS) atau kawasan industri milik PT Polowijo Gosari Group.


’’Keempat kawasan industri memasuki tahap berbeda. Ada yang sudah berdiri. Ada pula yang masih berada dalam proses pembebasan lahan,’’ ungkap Bambang.


’’Sementara Wotanindo Industrial Estate dihuni beberapa perusahaan,’’ ucapnya.


Dari penelusuran, pelaku industri di sana sering mengolah pupuk. Ada juga yang mengarah ke agropolitan. Banyak pula industri yang bergerak di bidang perkayuan.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore