Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Januari 2018 | 21.24 WIB

Dorong Produksi Migas, Pertamina EP Mulai Tajak Sumur MJ-AA5 di Muba

Ilustrasi pengeboran minyak - Image

Ilustrasi pengeboran minyak

JawaPos.com - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) melakukan tajak sumur MJ-AA5 di Desa Mangunjaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (1/1). Ini bagian dari usaha perseroan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas yang dikelolanya.



Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan MJ-AA5 merupakan sumur pemboran eksploitasi dengan kedalaman 500 meter. "Kegiatan pemboran diperkirakan kurang lebih 16 hari dengan target pemboran berupa minyak," kata Nanang dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Senin (1/1).


Sumur ini merupakan sumur pertama yang dibor pada struktur Mangunjaya pascapenutupan sumur-sumur yang diserobot secara ilegal atau illegal drilling di area tersebut.

“Dalam beroperasi, Pertamina EP memproduksi migas secara legal dan mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku serta kaidah best practice oil and gas,” ujar Nanang.

Nanang mengatakan, keberhasilan peningkatan produksi minyak sebesar 200 barel per hari (BPH) pada pemboran di TL-AA2 Tanjung Laban, Kecamatan Babat Supat, Pertamina EP Asset 1 Ramba Field, pada Agustus 2017 meningkatkan optimisme Pertamina EP dalam meningkatkan produksi.

Pemboran sumur MJ-AA5 dilakukan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), anak usaha PT Pertamina (Persero), dengan memakai rig PDSI N55. Lokasi sumur MJ-AA5 berdekatan dengan sumur MJ 67 yang sebelumnya diserobot oleh penambang ilegal dan kini sudah ditutup.

Dalam kesempatan tersebut Nanang juga menjelaskan, pencapaian target produksi migas berdampak langsung terhadap pendapatan negara. Karena itu, Pertamina EP optimistis menghadapi 2018 dengan semangat jujur, tulus, dan amanah.

“Kami terus berupaya dalam peningkatan produksi dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Selain itu setiap pekerja juga senantiasa mengembangkan sikap dan semangat jujur, tulus, amanah dalam menjalankan pekerjaan,” ujarnya.

Nanang mengatakan, beberapa tahun terakhir menjadi tantangan bagi industri migas karena harga minyak yang belum stabil. Kendati demikian, Pertamina EP terus berjuang agar bertahan dalam masa-masa sulit dan berupaya melawan keterbatasan.


“Sesuai rencana sumur aktif dan reaktivasi dapat memberikan tambahan produksi sampai 200 BPH sehingga mendukung pencapaian target produksi pada 2018,” ujar General Manager Asset 1 Rizal Risnul Wathan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore