ILUSTRASI. Suasana bazar produk UMKM di Impact Fest 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (22/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Produk UMKM Indonesia kini punya peluang emas untuk menembus pasar global. Syarat utamanya hanya satu yakni kualitas produk harus naik kelas sesuai dengan standar internasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menegaskan, penyesuaian standar produk dengan kebutuhan negara tujuan adalah kunci utama agar ekspor berjalan lancar.
"Produk yang diekspor dari Indonesia, kalau masuk barang ke sana (negara tujuan) itu kan (harus) sesuai dengan standarnya (negara tujuan). Makanya kenapa bisnis-bisnis itu kan (diharapkan) juga supaya standarnya sudah sama. Karena kita kalau kirim barang itu, kan, harus sesuai dengan permintaan pasar," ujar Fajarini saat Business Matching Perusahaan Jepang-Indonesia di kantor Kemendag, Selasa (20/1).
Indonesia dinilai memiliki potensi raksasa untuk menjadi supplier utama di berbagai sektor industri dunia. Namun, potensi ini perlu didukung dengan edukasi dan pembinaan yang tepat sasaran bagi para pelaku UMKM.
Program seperti business matching yang mempertemukan pengusaha lokal dengan peritel asing dianggap sangat krusial. Lewat kolaborasi ini, UMKM bisa memahami selera pasar global secara langsung.
"Kalau (nanti) bisa berkembang, mereka bisa kolaborasi lebih dalam, kita juga bisa memperbesar suplai kita," tambah Fajarini.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur JETRO Jakarta Shinji Hirai menyebutkan, kolaborasi antara Indonesia dan Jepang merupakan pintu masuk menuju standar kualitas dunia.
Menurut Hirai, momen pertemuan bisnis menjadi ajang bagi pengusaha Indonesia untuk mengukur sejauh mana kualitas produk mereka bisa diterima di pasar Jepang.
"Acara hari ini menjadi awal, supplier Indonesia tahu apa sih yang dibutuhkan atau standar seperti apa yang di-acc oleh Jepang, yang di oke-kan oleh Jepang dan orang Jepang pun tahu produk Indonesia itu kualitasnya sampai mana sih yang ternyata bisa dibawa ke Jepang atau harus ditingkatkan," ungkap Shinji Hirai.
Jika sebuah produk sudah mampu memenuhi standar di Jepang, maka jalan menuju negara-negara lain akan terbuka lebar. "Tentu saja kalau produknya sudah standar internasional, tidak hanya ke Jepang, tapi bisa memperluas lagi ke negara-negara yang lain," imbuhnya.
Daya tarik Indonesia di mata pelaku usaha Jepang ternyata sangat tinggi. Berdasarkan survei terbaru dari lembaga di Jepang, Indonesia menempati posisi tiga besar negara yang paling diminati untuk investasi.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
