Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Oktober 2025 | 01.25 WIB

Indonesia jadi Basis Produksi Global LINET, Industri Alkes Dalam Negeri Mulai Dipertimbangkan

Jumpa pers pengumuman kemitraan LINET dari Ceko dengan produsen lokal di Jakarta, Kamis (23/10). (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Jumpa pers pengumuman kemitraan LINET dari Ceko dengan produsen lokal di Jakarta, Kamis (23/10). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Langkah besar diambil industri alat kesehatan atau Alkes Indonesia. Perusahaan asal Ceko, LINET, produsen tempat tidur perawatan lanjutan (advanced care beds) terbesar di dunia, resmi menunjuk DV Medika sebagai mitra produksi strategis mereka di dalam negeri.

Diklaim bahwa penunjukan ini bukan hanya kerja sama bisnis biasa, tetapi penanda bergesernya pusat produksi global LINET keluar dari Eropa untuk pertama kalinya, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia yang dipercaya memproduksi produk berstandar global perusahaan tersebut.

Keputusan ini mempertegas posisi Indonesia di peta manufaktur alat kesehatan dunia, di tengah upaya pemerintah memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional sektor kesehatan.

LINET, yang telah beroperasi di lebih dari 120 negara selama tujuh dekade, selama ini dikenal sebagai pemain dominan dalam segmen perawatan intensif. Namun, langkah mereka ke Indonesia memberi makna lebih besar: pergeseran paradigma industri alat kesehatan global.

“Indonesia punya potensi luar biasa, baik dari sumber daya manusia maupun arah kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan industri kesehatan,” kata Olivier Declemy, Managing Director LINET Asia ditemui JawaPos.com di Jakarta, Kamis (23/10).

Menurutnya, kolaborasi dengan DV Medika akan membantu menghadirkan solusi perawatan berkualitas tinggi dan memperkuat agenda transformasi kesehatan nasional.

Bagi pemerintah, kolaborasi ini dianggap selaras dengan kebijakan memperkuat industri lokal melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia, menilai kerja sama ini sebagai contoh nyata implementasi kebijakan tersebut.

“Produksi lokal perangkat berteknologi tinggi seperti tempat tidur perawatan premium akan memperkuat kapasitas produksi nasional dan mendorong alih teknologi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya upaya ini agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar konsumtif alat kesehatan, tetapi produsen yang berdaya saing global.

DV Medika sendiri merupakan perusahaan manufaktur alat kesehatan yang berbasis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, dipercaya menjadi basis produksi berstandar internasional.

Perusahaan ini memiliki sertifikasi CPAKB, ISO 13485, ISO 14001, dan ISO 9001, serta pengalaman panjang mendukung program ketahanan nasional di bidang alat kesehatan.

“Melalui kemitraan dengan LINET, kami ingin membangun ekosistem manufaktur yang mampu bersaing di tingkat global,” kata Steven Lee, CEO DV Medika.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan produk canggih, tetapi juga membuka peluang alih teknologi, peningkatan SDM, dan ekspor alat kesehatan buatan Indonesia.

Pada tahap awal, ada sebanyak empat lini produk premium LINET yang mulai diproduksi di Indonesia. Kedua pihak meyakini kalau kolaborasi tersebut menjadi simbol integrasi antara teknologi Eropa dan inovasi lokal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore