
Managing Director Regional Marketing Boeing Commercial Airplanes, Dave Schulte. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing, menyampaikan bahwa selama 20 tahun ke depan terhitung tahun 2025 hingga 2044, dunia membutuhkan sebanyak 43.600 pesawat baru. Utamanya untuk mengimbangi pertumbuhan penumpang pesawat secara global yang akan naik lebih dari 4 persen per tahun.
Managing Director Regional Marketing Boeing Commercial Airplanes, Dave Schulte menyampaikan secara rinci untuk kawasan Asia Tenggara atau ASEAN sendiri, kebutuhan pesawat barunya mencapai 4.885 untuk 20 tahun ke depan.
"Jadi, dengan tren pertumbuhan jangka panjang tersebut, proyeksi kami untuk pasar Asia Tenggara selama 20 tahun ke depan adalah 4.885 pengiriman baru untuk kawasan ini," kata Dave Schulte dalam Media Briefing terkait Laporan Commercial Market Outlook (CMO) 2025 di Jakarta, Rabu (27/8).
Dalam laporan tersebut, ia memerinci bahwa kebutuhan pesawat baru di ASEAN akan didominasi oleh pengiriman pesawat berlorong tunggal dengan hampir 4.000 pesawat berukuran 737, yang mewakili sekitar 80 persen dari total permintaan selama 20 tahun ke depan.
Selain itu, sebagian besar atau lebih dari 900 pesawat akan berasal dari pesawat berlorong ganda atau berbadan lebar. Di sisi lain, Boeing menilai kawasan ASEAN menjadi salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat dengan lalu lintas penumpang diprediksi meningkat sekitar 7 persen setiap tahunnya.
Tak hanya kebutuhan soal pesawat penumpang, Dave juga menyebut Boeing melihat adanya peluang pertumbuhan atas pesawa kargo baru. Secara global, Boeing memperkirakan kebutuhannya dalam dua dekade ke depan, Asia Tenggara diprediksi membutuhkan lebih dari 150 pesawat kargo baru, baik hasil produksi maupun konversi.
"Kapasitas kargo pesawat berbadan lebar seperti 777-8 Freighter, yang akan menjadi pesawat kargo bermesin ganda terbesar dan tercanggih di dunia akan membuka lebih banyak peluang bagi eksportir dan sektor ritel," jelasnya.
Di sisi lain, Dave menyebut Indonesia memiliki posisi yang unik untuk memimpin pertumbuhan industri penerbangan di Asia Tenggara. Terlebih hal tersebut didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, wilayah geografis yang luas, serta peran yang semakin besar dalam perdagangan dan pariwisata global.
Menurutnya, kondisi ini menciptakan kebutuhan besar akan pesawat baru, baik untuk ekspansi maupun penggantian armada. "Untuk mencapai kapasitas setara dengan yang ada di Asia Tenggara saat ini, Indonesia membutuhkan hampir 600 pesawat tambahan hanya dalam jangka pendek," pungkasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
