Salah satu petinggi Oxford United, Anindya Bakrie. (Dok. Oxford United)
JawaPos.com-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, mendorong terbentuknya skema kemitraan dagang baru antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Kemitraan ini memungkinkan produk garmen Indonesia mendapatkan tarif serendah mungkin, bahkan mendekati nol persen.
Dorongan ini pun diberikan pada saat perang dagang dunia yang dikobarkan oleh Presiden AS, Donald Trump, sedang panas.
"Kita memikirkan suatu kesepakatan (dengan NCC), dimana kalau kita pakai semacam kapas dari Amerika, ketika sudah diolah, dikirim kembali ke Amerika berupa garmen, kita bisa mendapatkan tarif yang serendah mungkin. Syukur-syukur 0 persen," kata Anin dalam keterangannya, dikutip Senin (5/5).
Menurutnya, pihaknya telah meminta National Cotton Council (NCC) untuk mempertimbangkan konsep ini dan membantu melobi U.S. Trade Representative (USTR) selaku pihak AS.
"Seperti kita dengan pemerintah punya relasi yang sangat bagus, supaya perusahaan garmen kita bisa lebih kompetitif ke depannya," ungkap Anin.
Tak hanya itu, Anin juga menyadari tantangan dari skema tersebut, mengingat kapas AS bersaing dengan pasokan dari negara lain seperti Tiongkok dan Brasil. Hanya saja, Anin optimistis peluang kerjasama tetap terbuka. Bahkan, dalam pertemuan dengan NCC, diakuinya berjalan dengan sangat baik.
"Ini pertemuan yang berdampingan dengan pemerintah dan berfokus kepada kebijakan tarif, yang kami yakin pasti ada solusinya," jelas dia.
Lebih jauh, Anin menambahkan bahwa saat ini ekspor Indonesia mencapai sekitar USD 2 miliar per bulan. Dengan keseimbangan perdagangan yang lebih baik, peluang ekspor produk seperti garmen, alas kaki, dan elektronik akan semakin besar.
"Kami juga ingin memastikan bahwa kalau nanti kapasnya dari Amerika, mereka bisa membantu kita memastikan garmen kita tarifnya mendekati nol. Jadi kita bisa lebih kompetitif sehingga barangnya laku di Amerika," ungkap Anin.
Dia berharap, skema ini dapat membawa manfaat luas dan membawa banyak manfaat bagi seluruh perusahaan, pengusaha, dan juga pekerja di bidang tekstil dan garmen Indonesia yang jumlahnya mencapai jutaan orang. (*)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
