Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 00.42 WIB

Kinerja Keuangan Telkom Group 2024: Pertumbuhan Stabil di Tengah Tantangan

Ilustrasi: Perusahaan telekomunikasi milik negara, Telkom. (Istimewa)

JawaPos.com - Di tengah dinamika global yang penuh tantangan sektor telekomunikasi di Indonesia justru menunjukkan resiliensi luar biasa. Dimana PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah menjadi entitas yang tidak hanya dominan secara komersial, tetapi juga strategis dalam membentuk arah masa depan ekonomi digital nasional.

Rilis kinerja keuangan Telkom Group tahun 2024 memperlihatkan meskipun menghadapi tekanan pada situasi ekonomi dan persaingan yang ketat, Telkom tetap mencatat pertumbuhan pendapatan 0,5 persen YoY menjadi Rp 150 triliun. Kinerja yang lebih baik dicatatkan oleh Telkomsel yang mampu menorehkan pertumbuhan pendapatan dua digit, yakni 10,7 persen YoY.

Capaian gemilang Telkomsel tersebut didorong oleh inisiatif strategis integrasi layanan bisnis fixed broadband IndiHome B2C ke dalam Telkomsel, serta mempertahankan dominasi di industri dengan pangsa pasar pendapatan seluler mencapai 51,8 persen.

EBITDA Telkom Group tahun 2024 tercatat sebesar Rp 75 triliun, dengan margin EBITDA yang masih kompetitif di angka 50 persen. Laba bersih sebesar Rp 23,6 triliun turun 3,7 persen YoY, dipengaruhi oleh program pensiun dini, penurunan yang bukan disebabkan oleh pos biaya yang terkait dengan kegiatan operasional. 

Sedangkan Telkomsel secara konsisten mempertahankan kepemimpinannya dalam pangsa pasar laba bersih selama lebih dari 10 tahun berturut-turut, mencapai 75,6 persen tahun 2024, yang mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan eksekusi yang disiplin.

Kinerja tersebut sejalan dengan arus kas operasional tetap solid di Rp 61,6 triliun (naik 1,7 persen YoY), sementara struktur permodalan tetap sehat dengan rasio utang terhadap EBITDA di level konservatif 1,0x.

"Ini mencerminkan kehati-hatian manajemen dalam mengelola ekspansi dan investasi, termasuk optimalisasi capex yang sebesar Rp 24,5 triliun dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur jaringan dan meningkatkan pengalaman pelanggan, dengan alokasi pada konektivitas yang berfokus untuk mendukung strategi Fixed-Mobile Convergence (FMC)," telas analis pasar David Sutyanto dalam keterangannya, Selasa (29/4).

David melihat, keberhasilan integrasi layanan IndiHome B2C secara penuh menjadi pendorong utama lonjakan pendapatan dan basis pelanggan. Pada 2024, Telkomsel mencatatkan pertumbuhan pendapatan IndiHome B2C sebesar 101,2 persen YoY menjadi Rp 26,6 triliun, dan penambahan hampir 1 juta pelanggan IndiHome B2C menjadi 9,6 juta.

Average Revenue per User (ARPU) pada kuartal IV 2024 menunjukkan pertumbuhan positif mencapai 2 persen Q-to-Q, didorong oleh strategi penetapan harga yang disiplin dan fokus pada pelanggan bernilai tinggi. Telkomsel memiliki basis pelanggan terjaga di 159,4 juta, dengan ekspansi layanan pascabayar mencapai 8 juta pelanggan.

Data Payload tumbuh 13,9 persen YoY, mencerminkan adopsi layanan digital yang terus meningkat. Semua indikator ini menegaskan komitmen Telkomsel dalam meningkatkan produktivitas pelanggan dan memenuhi kebutuhan digital yang terus berkembang untuk mendorong perkembangan transformasi digital Indonesia.

Kontribusi ke Pasar Modal

Telkom memiliki sejarah dan kontribusi yang panjang dalam pasar modal Indonesia. Telkom pernah menjadi penguasa kapitalisasi pasar dan hingga saat ini menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar mencapai 2,3 persen dari IHSG. Saat pasar mengalami fluktuasi, Telkom senantiasa menjadi jangkar bagi IHSG. 

Telkom juga memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas dan menarik investor institusi domestik maupun global. Dengan kapitalisasi pasar yang besar, likuiditas saham tinggi, serta peringkat kredit investment grade dari tiga lembaga pemeringkat global (Moody's Baa1, Fitch Ratings BBB, Pefindo idAAA), Telkom memberikan fondasi kepercayaan terhadap daya tahan emiten Indonesia di mata pelaku pasar internasional.

Lebih jauh, kinerja keuangan Telkom yang stabil berkontribusi terhadap penurunan risiko pasar. "Hal ini tecermin dalam rendahnya volatilitas harga saham TLKM dibandingkan sektor lainnya, menjadikannya pilihan utama dalam portofolio investor institusi, terutama untuk institusi dana pensiun dan asuransi," terang Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) ini.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore