Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 14.50 WIB

Daihatsu Masih Tunggu Petunjuk Pemerintah Terkait Relaksasi TKDN

Ilustrasi: Mekanik melakukan perbaikan komponen mobil. (Dok. Daihatsu) - Image

Ilustrasi: Mekanik melakukan perbaikan komponen mobil. (Dok. Daihatsu)


JawaPos.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Daihatsu di Indonesia buka suara terkait rencana relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) oleh pemerintah. Mereka mengatakan bahwa Daihatsu akan menunggu petunjuk dari pemerintah terkait rencana ini.

"Beberapa isu terakhir ini, TKDN, kuota, bingung kan? Sama saya juga bingung. Marilah kita menunggu juklaknya (petunjuk) sama-sama hadir, apakah berkaitan industri apa, elektronik, otomotif atau pangan? Termasuk di dalamnya, isu kuota," kata Sri Agung Handayani, Marking & Corcomm Director PT Astra Daihatsu Motor di Jakarta, Rabu (16/4).

Dia menekankan bahwa detail mengenai relaksasi ini belum lah terungkap. Hal ini juga berlaku bagi kuota mobil dan turunan seperti sparepart. Meski begitu, ia tetap berharap kebijakan apapun nantinya akan berpengaruh positif bagi industri otomotif Indonesia.

"Mari kita sikapi bersama sampai kebijakan ini diturunkan. Harapannya industri otomotif bisa dapat turunan positif dari kebijakan yang akan datang," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya agar regulasi mengenai TKDN dibuat dengan fleksibel dan realistis. Hal itu dilakukan guna menjaga daya saing industri Tanah Air di pasar global.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi dialog pada acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4). "TKDN sudahlah niatnya baik, nasionalisme. Saya kalau Saudara, mungkin sudah kenal saya lama, mungkin dari saya ini paling nasionalis. Kalau istilahnya dulu, kalau mungkin jantung saya dibuka yang keluar Merah Putih, mungkin," kata Prabowo.

"Tapi kita harus realistis, TKDN dipaksakan, ini akhirnya kita kalah kompetitif. Saya sangat setuju, TKDN fleksibel saja, mungkin diganti dengan insentif," sambungnya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore