
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti. (istimewa)
JawaPos.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti merespons soal kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengumumkan untuk menunda penerapan tarif impor resiprokal selama 90 hari.
Menurut Dyah Roro, penundaan penerapan tarif Trump ini menjadi sinyal baik bagi Indonesia. Apalagi kata dia, RI merupakan salah satu negara yang tidak melakukan retaliasi atau tindakan pembalasan kepada AS.
"Justru ini (penundaan tarif impor Trump) menjadi sinyal yang baik, karena Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang tidak melakukan retaliasi," kata Dyah Roro saat ditemui di Kantor CSIS, Jakarta Pusat, Kamis (10/4).
"Jadi, kita tidak menunjukkan kemarahan atau apapun kami we value our relationship dengan AS, mengingat bahwa negara ini merupakan salah satu creating partner terbesar negara Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut, Wamendag juga mengatakan bahwa pekan depan Pemerintah Indonesia sendiri akan menggelar kunjungan ke Washington DC untuk melakukan negosiasi terkait penerapan tarif.
Dia berharap, kunjungan tersebut akan berjalan lancar dan meminta awak media untuk menunggu kabar terbaru dari para wakil pemerintah pekan depan.
Terdiri dari Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Sugiono. "Maka ke depannya kita akan lihat prosesnya mengingat nanti Pak Menko Airlangga, Bu Menkeu dan juga Pak Menlu akan berkunjung ke Washington DC minggu depan. Maka kita tunggu saja updatenya dari mereka, insya Allah berjalan dengan lancar," tutupnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan penghentian tarif impor terhadap sebagian besar negara selama 90 hari. Namun, langkah ini tidak berlaku untuk Tiongkok. Justru, Negeri Tirai Bambu itu dihantam tarif lebih tinggi lagi, yakni sebesar 125 persen.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Trump lewat akun Truth Social pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis (10/4) WIB. Ia menyatakan telah mengizinkan "PAUSE 90 hari" dan penurunan tarif balasan menjadi 10 persen selama periode tersebut. "Efektif segera," tulis Trump.
Dikutip dari ABC News, Kamis (10/4), Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa keputusan tersebut bukan karena gejolak pasar keuangan, melainkan karena banyak negara mulai meminta negosiasi dagang. Namun, Trump justru mengakui bahwa pasar yang goyah memengaruhi keputusannya.
"Orang-orang mulai panik, mereka terlihat takut," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih. "Saya melihat pasar obligasi, dan itu cukup mengkhawatirkan. Tapi sekarang sudah terlihat indah," tambahnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
