Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 00.41 WIB

Trump Tunda Penerapan Tarif Impor 90 Hari, Wamendag Dyah Roro: Sinyal Baik Karena RI Tak Lakukan Retaliasi ke AS

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti. (istimewa) - Image

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti. (istimewa)

JawaPos.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti merespons soal kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengumumkan untuk menunda penerapan tarif impor resiprokal selama 90 hari.

Menurut Dyah Roro, penundaan penerapan tarif Trump ini menjadi sinyal baik bagi Indonesia. Apalagi kata dia, RI merupakan salah satu negara yang tidak melakukan retaliasi atau tindakan pembalasan kepada AS.

"Justru ini (penundaan tarif impor Trump) menjadi sinyal yang baik, karena Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang tidak melakukan retaliasi," kata Dyah Roro saat ditemui di Kantor CSIS, Jakarta Pusat, Kamis (10/4).

"Jadi, kita tidak menunjukkan kemarahan atau apapun kami we value our relationship dengan AS, mengingat bahwa negara ini merupakan salah satu creating partner terbesar negara Indonesia," sambungnya.

Lebih lanjut, Wamendag juga mengatakan bahwa pekan depan Pemerintah Indonesia sendiri akan menggelar kunjungan ke Washington DC untuk melakukan negosiasi terkait penerapan tarif.

Dia berharap, kunjungan tersebut akan berjalan lancar dan meminta awak media untuk menunggu kabar terbaru dari para wakil pemerintah pekan depan.

Terdiri dari Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Sugiono. "Maka ke depannya kita akan lihat prosesnya mengingat nanti Pak Menko Airlangga, Bu Menkeu dan juga Pak Menlu akan berkunjung ke Washington DC minggu depan. Maka kita tunggu saja updatenya dari mereka, insya Allah berjalan dengan lancar," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan penghentian tarif impor terhadap sebagian besar negara selama 90 hari. Namun, langkah ini tidak berlaku untuk Tiongkok. Justru, Negeri Tirai Bambu itu dihantam tarif lebih tinggi lagi, yakni sebesar 125 persen.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Trump lewat akun Truth Social pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis (10/4) WIB. Ia menyatakan telah mengizinkan "PAUSE 90 hari" dan penurunan tarif balasan menjadi 10 persen selama periode tersebut. "Efektif segera," tulis Trump.

Dikutip dari ABC News, Kamis (10/4), Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa keputusan tersebut bukan karena gejolak pasar keuangan, melainkan karena banyak negara mulai meminta negosiasi dagang. Namun, Trump justru mengakui bahwa pasar yang goyah memengaruhi keputusannya.

"Orang-orang mulai panik, mereka terlihat takut," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih. "Saya melihat pasar obligasi, dan itu cukup mengkhawatirkan. Tapi sekarang sudah terlihat indah," tambahnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore