
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan akan melakukan divestasi dua aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas total 200 MW. (ANTARA)
JawaPos.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan akan melakukan divestasi dua aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas total 200 megawatt (MW) untuk fokus ke bisnis hijau. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen dan Luar Biasa PT TBS Energi Utama Tbk di Jakarta, Kamis (14/11).
Kedua PLTU tersebut adalah PT Minahasa Cahaya Lestari dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP), dengan PT Kalibiru Sulawesi Abadi (KSA) bertindak sebagai pembeli. Direktur TBS Energi Utama Juli Oktarina mengatakan bahwa keputusan untuk menjual aset PLTU itu merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mencapai target netralitas karbon pada 2030.
Ia menyebutkan dengan divestasi dua aset PLTU diproyeksikan akan mengurangi emisi karbon perseroan lebih dari 80 persen atau setara dengan 1,3 juta CO2 ekuivalen per tahun. "Memang masih ada surplus 300 ribu ton CO2 karena kami pada dasarnya adalah perusahaan batu bara. Saat ini perusahaan batu bara kami juga masih beroperasi, ada tiga tambang kami yang nantinya semuanya akan sepenuhnya habis pada 2027," ujar Juli, dikutip Jumat (15/11).
Juli menyatakan dari hasil divestasi dua aset PLTU tersebut, TBS Energi Utama akan menerima dana segar sekitar USD 144,8 juta atau lebih tinggi dari nilai investasi awal perseroan sebesar USD 87,4 juta. Dana itu akan diinvestasikan untuk mempercepat pengembangan bisnis perseroan di sektor energi terbarukan, pengembangan kendaraan listrik, serta investasi dalam pengelolaan limbah.
TBS Energi Utama saat ini tengah menjalankan transformasi menuju bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan yang disebut “TBS 2030 Towards a Better Society”, yang telah diluncurkan pada 2021.
Sebagai bagian dari peta jalan TBS 2030, pemegang saham juga menyetujui langkah perseroan yang merencanakan reinvestasi bertahap dari bisnis berbasis bahan bakar fosil ke bisnis hijau hingga tahun 2030. Proses reinvestasi ini berlangsung pada 2021-2025 dan akan terus berlanjut hingga 2030.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
