
Kementan terus menerus melakukan berbagai terobosan melalui program-program andalan, salah satunya Pertanian Ramah Lingkungan.
JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menerus melakukan berbagai terobosan melalui program-program andalan. Salah satunya dengan menerapkan pertanian ramah lingkungan seperti yang dilakukan para petani di Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim).
Kabupaten Kediri merupakan salah satu wilayah penghasil beras terbesar di Jawa Timur. Tanah yang subur membuat hasil produk pertanian Kabupaten Kediri tak hanya untuk mencukupi kebutuhan lokal, melainkan juga jadi penopang lumbung pangan Jatim hingga nasional.
Salah satu produsen beras di kediri adalah Kelompok Tani "Tani Makmur Tosaren". Dengan mengembangkan varietas Sertani 13A dengan umur tanaman sekitar 100 hari, hasil ubinan Kelompok Tani Makmur Tosaren mampu mencapai 4,94 kg setara 7,9 ton per hektare (Ha). Dari hasil ubinan tersebut berarti produktivitas padi di Kediri tersebut masuk dalam kategori bagus.
Menurut Ketua Kelompok Tani Makmur Tosaren, Yohan Pramuda Arifianto, hasil panen yang didapat dapat ditingkatkan lagi. "Saat ini kami mengejar potensi beras sehat, bukan kuantitasnya," ujar Ketua KTNA Kabupaten Kediri ini dalam keterangannya, Sabtu (30/3).
Ketika ditanyakan terkait penggunaan pupuk, Agus Fatoni selaku penyuluh yang mendampingi Yohan mengatakan bahwa rata-rata petani di Kediri telah memanfaatkan pupuk kalium humat serta pupuk organik. "Kami berupaya untuk menjaga kualitas tanah dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti pupuk," jelas Fatoni.
Selain memproduksi panen, para petani juga terus berupaya memperbaiki tanah. Karena makanan yang sehat berasal dari budidaya yang sehat. Ini sebagai upaya mendukung pola hidup sehat bagi kita dan generasi selanjutya.
"Untuk itu saya memberi keyakinan kepada petani bahwa membudidayakan tanaman yang ramah lingkungan tanpa bahan kimia bisa diterapkan dan hasilnya sangat memuaskan, seperti diterapkan Yohan," jelas Fatoni lagi.
Rata-rata pH tanah mengalami kenaikan dari sebelumnya. Jika semula pH 4–5, kini menjadi pH 5,5–6, kandungan bahan organik didalam tanah juga meningkat, penggunaan pupuk dan pestisida kimia sangat minim, serta hasil panen rata-rata menunjukkan peningkatan antara 10-20 persen.
Tak hanya pupuk, Yohan juga menggunakan asap cair serta bahan formulasi dari limbah rumah tangga. Bahan-bahan tersebut menjadi andalannya untuk meningkatkan hasil produksi dan penanganan hama penyakit.
Yohan beserta anggota kelompoknya memanfaatkan penggunaan mekanisasi pertanian, seperti rice transplanter di awal tanam dan combine harvester di waktu panen. Dengan demikian, sangat memengaruhi efisiensi biaya dan efektivitas waktu serta tenaga kerja yang digunakan.
"Karena dengan memanfaatkan alat dan mekanisasi pertanian, bibit dan pupuk dengan kualitas baik maka akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi kita," urai Fatoni.
Terakhir, Fatoni mengajak para petani untuk menghasilkan beras terbaik agar kualitas pangan yang tersaji di meja makan pun terjaga.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
