
Photo
JawaPos.com - PT Waskita Beton Precast Tbk atau WSBP telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 1,15 triliun hingga kuartal III tahun 2022 atau per 30 September 2022. Kontrak tersebut berasal dari proyek Grup Waskita Karya dan sebagian lain dari pemerintah hingga swasta.
Pernyataan ini disampaikan Director of Operations WSBP, Sugiharto dalam jumpa pers secara daring, Rabu (5/10). "Perolehan ini berasal dari proyek infrastruktur Grup Waskita Karya sebesar 76 persen, sedangkan sebesar 24 persen berasal dari pasar BUMN, pemerintah, dan swasta," kata Sugiharto.
Ia juga menyebut, secara year-on-year (yoy) nilai kontrak WSBP meningkat sekitar 4 persen. Pada September tahun lalu menciptakan nilai kontrak Rp 1,11 triliun, sementara tahun ini mencatat nilai kontrak Rp 1,15 triliun.
Tak hanya itu, sepanjang semester I tahun ini, WSBP pun berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 744 miliar atau tumbuh 81 persen dari capaian periode yang sama tahun lalu. "Pertumbuhan ini ditopang oleh seluruh lini bisnis WSBP yang berhasil pulih pasca ditekan pandemi Covid-19," imbuhnya.
Manajemen optimistis WSBP memiliki potensi katalis positif hingga tahun 2023. Hal ini didukung dengan adanya kenaikan anggaran infrastruktur pada APBN 2023 yang meningkat 7,75 persen menjadi Rp 392 triliun.
Selain itu, adanya sinergi intra Grup Waskita Karya di mana WSBP menyuplai beton prioritas bagi proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, khususnya proyek dari PMN atau Penyertaan Modal Negara.
Lalu peningkatan pasar ritel yang diproyeksikan meningkat lebih dari 50 persen khususnya dari segmen produk readymix. Hingga saat ini, WSBP pun masih kokoh sebagai salah satu pemimpin pasar dengan kapasitas produksi yang besar.
"Kemudian peningkatan potensi pasar dari proyek BUMN dan pemerintah seiring dengan kebijakan peningkatan kandungan dalam negeri dan adanya peluang proyek pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN)," jelasnya.
Adapun proyek infrastruktur yang saat ini sedang dikerjakan WSBP, diantaranya Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajak-Balaraja), Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Savasa residence. Kemudian, Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB), Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 1, dan Jalan Tol Tebing Tinggi-Seberlawan Seksi 4.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
