
Liquid vape
JawaPos.com - Industri rokok elektrik (vape) diharapkan mampu menyumbang pendapatan untuk negara sebesar Rp 648,84 miliar pada tahun ini, terutama karena perkembangan rokok elektrik yang terus berkembang pesat dan mengalami lonjakan pada periode 2018 ke 2020.
Kenaikan cukai dan harga jual eceran (HJE) bagi rokok elektrik cair dan lainnya dilakukan karena konsumsi rokok elektrik terus meningkat layaknya rokok konvensional berupa tembakau bakar. Hal ini tercermin dari kenaikan penerimaan cukai dari hasil pengolahan tembakau dan lainnya (HPTL) yang naik 588 persen dari Rp 98,87 miliar pada 2018 menjadi Rp 680,36 miliar pada 2020.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Desember tahun lalu mengatakan, kontribusi cukai HPTL terbesar adalah jenis ekstrak dan esens tembakau (rokok elektrik) cair. Diketahui, nilai cukai rokok elektrik cair mencapai Rp 564,36 miliar pada 2020. Sementara per September 2021, penerimaan cukai dari EET cair sebesar Rp 285,97 miliar.
Melihat perkembangan ini, pemerintah ingin penerimaan cukai dari kelompok tembakau ini ikut meningkat pada tahun 2022. Estimasinya mencapai Rp 648,84 miliar atau naik 7,5 persen dari estimasi penerimaan pada tahun ini.
Bahakan beberapa data di media menyebutkan, di Indonesia pada 2020 setidaknya ada 50.000 orang yang secara langsung bekerja di industri rokok elektrik, jumlah distributor atau importir rokok elektrik sebanyak 150 perusahaan, produsen likuid 300 pabrik, serta produsen alat dan aksesoris lainnya 100 perusahaan.
"Dari data tersebut menunjukkan bahwa produk-produk HPTL memiliki perkembangan yang pesat sejak 2017 dan dapat dipastikan akan terus berkembang," ujar Yudhistira selaku General Manager RELX salah satu produsen vape besar di Indonesia
Melihat masifnya perkembangan industri rokok elektrik di Indonesia, industri ini dapat muncul sebagai pemain yang signifikan di pasar vape global. Dibalut dengan kerangka regulasi yang tepat, industri ini dapat menarik investasi dari para investor dan membantu perekonomian Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan studi baru yang dilakukan oleh Grand View Research, Inc yang memproyeksikan ukuran pasar rokok elektrik dan vape global diperkirakan akan mencapai USD 104,51 miliar pada tahun 2028, tercatat tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) meningkat sebesar 28,1 persen dari tahun 2021 hingga 2028. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan konsumsi tembakau tanpa asap, aman, dan tanpa abu sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar.
Sebagai salah satu produsen vape besar yang menjual produknya di Indonesia RELX. Brand yang sedang populer di Indonesia ini melihat potensi pasar Indonesia dapat terus berkembang terutama dengan adanya regulasi serta pengawasan yang baik dari pemerintah terhadap produk serta konsumennya.
“Dengan adanya regulasi yang ideal bukan hanya membantu para produsen vape dan konsumennya, tetapi juga untuk perekonomian Indonesia,” ujar Yudhistira.
Bahkan, Yudhistira juga yakin bahwa dengan terus berkembangnya industri rokok elektrik di Indonesia dapat membuat para investor melirik dan ikut berkontribusi untuk memajukan perekonomian negeri.
“Kemajuan ekonomi Indonesia tidak bisa hanya dari satu pihak saja, dalam hal ini produsen. Tetapi juga butuh dukungan positif dari masyarakat serta pemerintah,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022