Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 November 2021 | 20.46 WIB

Kontribusi ke PDB Besar, Industri Mamin Makin Dilirik Investor

Pekerja memproduksi tahu di pabrik, Jakarta, Selasa (5/1/2020). Harga kedelai di pasaran naik dari harga Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp.9.000 per kilogram.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS - Image

Pekerja memproduksi tahu di pabrik, Jakarta, Selasa (5/1/2020). Harga kedelai di pasaran naik dari harga Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp.9.000 per kilogram.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

JawaPos.com - Industri makanan dan minuman (mamin) semakin meningkatkan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Hal itu turut dipicu transformasi digital dalam industri mamin.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyebutkan, teknologi Industri 4.0 dimanfaatkan dalam rangka memacu produktivitas secara lebih efisien dan berkualitas sehingga meningkatkan daya saing.

"Industri mamin terbukti menjadi salah satu sektor unggulan karena memiliki kinerja yang gemilang. Pada kuartal II 2021, kontribusinya sebesar 38,42 persen terhadap pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas," ujarnya pada acara Business Forum Expo 2020 Dubai akhir pekan lalu.

Putu menyebutkan, kontribusi industri mamin di kuartal II 2021 itu lebih tinggi daripada sumbangsihnya pada 2019 yang tercatat 36,40 persen. Sementara itu, pada 2020 menjadi 38,29.

"Capaian industri mamin kami apresiasi karena di tengah hantaman yang cukup berat akibat dampak pandemi," tambahnya.

Di samping itu, industri mamin mencatatkan realisasi investasi yang cukup signifikan senilai Rp 50,48 triliun pada 2020. Dan, mencapai lebih dari Rp 14 triliun pada kuartal II 2021.

Investasi itu diyakini dapat memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri yang didukung melalui transfer teknologi. Peningkatan investasi itu juga dapat menambah jumlah penyerapan tenaga kerja. Saat ini sektor industri mamin telah mempekerjakan 5,2 juta orang.

"Apalagi, industri mamin merupakan sektor usaha yang mendominasi di tanah air, terutama skala industri kecil dan menengah (IKM). Hal ini yang menjadi tumpuan bagi berputarnya roda ekonomi nasional," jelasnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menambahkan, Indonesia masih punya peluang yang besar dalam pengembangan. Sebab, didukung ketersediaan sumber daya alam maupun jumlah penduduk.

"Jadi, investasi di Indonesia masih sangat terbuka bagi para pelaku industri mamin. Karena dengan pasar yang besar ini, akan sangat menguntungkan," terangnya.

KONTRIBUSI INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN

Keterangan | Nilai (USD Miliar) 2020 | 2021*

Ekspor | 31,17 | 19,59

Investasi | 50,48 | 14

Keterangan *: Nilai kuartal II 2021

Sumber: Kemenperin

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore