Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Mei 2021 | 23.16 WIB

Indofarma Siapkan Investasi Rp 200 Miliar Untuk 7 Pabrik Baru di 2021

Ilustrasi pabrik obat P Indofarma Tbk di Cikarang, Jawa Barat. - Image

Ilustrasi pabrik obat P Indofarma Tbk di Cikarang, Jawa Barat.

JawaPos.com - PT Indofarma (Persero) Tbk menargetkan bisa merampungkan enam proyek pengembangan produk dengan investasi sekitar Rp 200 miliar pada akhir tahun ini, sehingga proyek-proyek tersebut akan beroperasi pada awal tahun depan.

Direktur Utama INAF, Arief Pramuhanto usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (20/5) mengatakan perseroan terus berupaya menangkap peluang bisnis demi mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," katanya.

Sepanjang kuartal I 2021, Indofarma mampu membukukan kenaikan penjualan yang siginifikan menyusul strategi perusahaan menggenjot penjualan Obat Ethical dan Alat Kesehatan terkait Covid-19. Sepanjang tiga bulan pertama 2021, perusahaan farmasi milik BUMN ini membukukan penjualan bersih Rp 373,20 miliar, naik 152 persen dibandinhg periode yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 148,16.

Arief mengatakan peningkatan penjualan tersebut ditopang dari penjualan segmen Ethical sebesar Rp 191,87 miliar dan Alat Kesehatan sebesar Rp 175,49 miliar.

Keberhasilan perusahaan meningkatkan penjualan tersebut berkontribusi positif pada pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp 1,8 miliar, setelah mengalami kerugian bersih Rp 21,43 miliar pada periode yang sama tahun buku 2020.

Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 8,29% dari yang semula Rp 1,28 triliun menjadi Rp 1,38 triliun pada kuartal pertama tahun 2021. Aset Perseroan mengalami peningkatan 6,32% dari yang semula Rp 1,71 triliun menjadi Rp 1,82 triliun pada kuartal pertama tahun 2021.

Terkait dengan investasi baru yang dikembangkan, Indofarma berencana mengembangkan 6 proyek pengembangan produk dan 1 proyek pendukung untuk memastikan proyek pengembangan produk tersebut dapat berjalan dengan baik dengan nilai pembiayaan investasi Rp 169,86 miliar dan modal kerja Rp 30 miliar.

Diantaranya untuk mengembangkan kemandirian produk alat kesehatan Indonesia, Perseroan akan melakukan pembangunan pabrik Melt Blown yang merupakan bahan baku masker dengan nilai pembiayaan investasi Rp 14,86 miliar dan modal kerja Rp 5 miliar, pabrik Hospital Furniture dengan nilai pembiayaan investasi Rp 15 miliar dan modal kerja Rp5 miliar, pabrik sarung tangan atau gloves dengan nilai pembiayaan investasi Rp 20 miliar dan pabrik Catheter dengan nilai pembiayaan investasi Rp 50 miliar dan modal kerja Rp 10 miliar.

Sementara untuk pengembangan produk Natural Extract perusahaan penyiapkan pembiyaan investasi sebesar Rp 30 miliar. Untuk pengembangan Central Processing Facility, nilai pembiayaan investasi yang digunakan Rp 30 miliar dan modal kerja Rp 10 miliar. Nilai pembiayaan investasi untuk Supporting Function sebesar Rp 10 miliar.

"Akhir tahun ini, semua fasilitas produksi dan pendukung yang baru tersebut ditargetkan sudah selesai dan siap beroperasi pada awal 2022," pungkas Arief.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore