Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 17.03 WIB

Prediksi Ekonom, Indonesia Bisa jadi Pusat Manufaktur EV di Kawasan ASEAN

Tampil di GIIAS Surabaya, Wuling hadirkan New Almaz RS dan AirEV Lite. - Image

Tampil di GIIAS Surabaya, Wuling hadirkan New Almaz RS dan AirEV Lite.

JawaPos.com - Ekonom senior United Overseas Bank Limited (UOB) Enrico Tanuwidjaja menyebut Indonesia bisa menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di kawasan ASEAN. Menurut Enrico, jika dilakukan transformasi struktural dengan benar, Indonesia bisa menjadi pusat manufaktur utama di kawasan.

Potensi tersebut tecermin pada kinerja Indonesia yang mendorong hilirisasi komoditas tambang, seperti nikel, bauksit, hingga tembaga. Upaya hilirisasi tersebut memberikan nilai tambah yang signifikan bagi negara.

Menurut Enrico, kontribusi smelter dan hilirisasi logam dasar pada seluruh manufaktur menunjukkan peningkatan nilai tambah sejak 2010. Pertumbuhan makin signifikan ketika pandemi Covid-19.

Sebagai contoh, dia menyebutkan, nilai ekspor nikel di Indonesia berada pada kisaran USD 2 miliar sebelum adanya kebijakan larangan ekspor bijih nikel pada 2020. Kemudian, setelah kebijakan diterapkan, nilai ekspor meningkat hingga USD 30 miliar.

Enrico optimistis konsep kebijakan tersebut dapat berdampak positif terhadap perekonomian negara bila diterapkan pada komoditas lain terkait kendaraan listrik. Dalam kesempatan tersebut, Enrico menyampaikan hilirisasi industri dan digitalisasi menjadi dua kunci utama yang dapat mengokohkan transformasi berkelanjutan di Indonesia.

Menurut Enrico, potensi pada hilirisasi industri terletak pada sektor mineral dan manufaktur yang memiliki peluang untuk menciptakan lebih banyak nilai tambah. Sementara transformasi digital berpotensi mendorong sektor konsumsi.

"Kita fokus ke dua hal, hilirisasi industri dan transformasi digital. Dengan itu, bukan sesuatu yang tidak mungkin bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan," ujar dia, kemarin.

UOB Indonesia optimistis pengembangan industri hilir dan transisi menuju perekonomian hijau di Indonesia akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan dan menciptakan peluang.

Strategi tersebut dapat membantu meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional, mendukung tujuan-tujuan terkait pelestarian lingkungan, serta menciptakan lapangan kerja untuk pertumbuhan jangka panjang.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore