
Tampil di GIIAS Surabaya, Wuling hadirkan New Almaz RS dan AirEV Lite.
JawaPos.com - Ekonom senior United Overseas Bank Limited (UOB) Enrico Tanuwidjaja menyebut Indonesia bisa menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di kawasan ASEAN. Menurut Enrico, jika dilakukan transformasi struktural dengan benar, Indonesia bisa menjadi pusat manufaktur utama di kawasan.
Potensi tersebut tecermin pada kinerja Indonesia yang mendorong hilirisasi komoditas tambang, seperti nikel, bauksit, hingga tembaga. Upaya hilirisasi tersebut memberikan nilai tambah yang signifikan bagi negara.
Menurut Enrico, kontribusi smelter dan hilirisasi logam dasar pada seluruh manufaktur menunjukkan peningkatan nilai tambah sejak 2010. Pertumbuhan makin signifikan ketika pandemi Covid-19.
Sebagai contoh, dia menyebutkan, nilai ekspor nikel di Indonesia berada pada kisaran USD 2 miliar sebelum adanya kebijakan larangan ekspor bijih nikel pada 2020. Kemudian, setelah kebijakan diterapkan, nilai ekspor meningkat hingga USD 30 miliar.
Enrico optimistis konsep kebijakan tersebut dapat berdampak positif terhadap perekonomian negara bila diterapkan pada komoditas lain terkait kendaraan listrik. Dalam kesempatan tersebut, Enrico menyampaikan hilirisasi industri dan digitalisasi menjadi dua kunci utama yang dapat mengokohkan transformasi berkelanjutan di Indonesia.
Menurut Enrico, potensi pada hilirisasi industri terletak pada sektor mineral dan manufaktur yang memiliki peluang untuk menciptakan lebih banyak nilai tambah. Sementara transformasi digital berpotensi mendorong sektor konsumsi.
"Kita fokus ke dua hal, hilirisasi industri dan transformasi digital. Dengan itu, bukan sesuatu yang tidak mungkin bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan," ujar dia, kemarin.
UOB Indonesia optimistis pengembangan industri hilir dan transisi menuju perekonomian hijau di Indonesia akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan dan menciptakan peluang.
Strategi tersebut dapat membantu meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional, mendukung tujuan-tujuan terkait pelestarian lingkungan, serta menciptakan lapangan kerja untuk pertumbuhan jangka panjang.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
