
OPMS tercatat Emiten ke-37 di tahun 2019 dengan harga saham Rp 135 per saham. Dibuka di poin 135, saham OPMS melesat 93 poin atau naik 68,89% ke poin 228. OPMS menetapkan jumlah saham yang dilepas dalam IPO sebanyak 400 juta saham baru atau 40% dari modal
JawaPos.com – PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk resmi mencatatkan diri sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/9). Perusahaan pionir besi bekas kapal itu merupakan emiten ke-37 yang melantai tahun ini.
Emiten dengan kode perdagangan OPMS tersebut menawarkan harga Rp 135 per saham. Itu merupakan angka tertinggi dalam rentang harga penawaran awal (book-building).
OPMS bakal melepaskan 400 juta saham baru dalam IPO. Itu setara dengan 40 persen modal awal perseroan. Transaksi di pasar bursa itu membuat perseroan berpotensi mengantongi dana sekitar Rp 54 miliar.
"Kucuran dana segar dari publik melalui mekanisme IPO itu akan semakin memperkuat fundamental bisnis perseroan dalam menyediakan bahan mentah besi baja berkualitas," ujar Direktur Utama OPMS Meilyna Widjaja.
IPO, imbuh dia, adalah upaya untuk meningkatkan kinerja keuangan dan memperkuat modal kerja. Direktur Keuangan OPMS Alan Priyambodo Krisnamurti mengatakan, kinerja perseroan meningkat tahun ini.
Aset perseroan naik menjadi Rp 81,6 miliar per 30 April 2019. Senin, saham OPMS naik 68,89 persen ke Rp 228 dari harga penawaran perdana Rp 135 per lembar. Pada transaksi perdana, saham OPMS ditransaksikan sebanyak delapan kali.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
