
Kebun teh milik Amorepacific. Ariyanti Rakhmana/Jawa Pos
Berawal dari industri rumahan dengan toko pertama di daerah Yaesong pada 1930an, Amorepacific kini menjadi salah satu penguasa kosmetik Korea di Asia. Ada tiga nilai yang mereka jaga untuk terus berkembang tak terhenti.
Ariyanti KR, Seoul
Amorepacific merupakan sebuah perusahaan penghasil produk kecantikan, perawatan rambut dan mulut, parfum, jaringan ritel, hingga teh. Saat ini mereka memiliki 3.711 item yang dipatenkan.
Para pencinta produk Korea pasti tidak asing dengan nama-namanya. Diantaranya adalah label Sulwhasoo, Laneige, Innisfree, Espoir, Hera, Iope, Etude, serta Mamonde yang sebentar lagi akan membuka gerai di Indonesia. “Pendapatan kami tahun lalu mencapai KRW 6,07 triliun,” kata Timothy Park, Senior Vice President of Group Strategy Division grup Amprepacific kepada Jawa Pos yang diundang mengikuti media tour pada 3-6 April tersebut.
Bergerak di dunia kecantikan dan memiliki tujuan untuk terus mempercantik dunia, Amorepacific memiliki tiga nilai yang dipegang. Pertama adalah hubungan dengan manusia dan seni. Berkunjung ke kantor utama mereka di Yongsan, Seoul, hal itu akan bisa langsung terlihat.
Gedung 22 lantai itu lebih mirip mal merangkap galeri seni ketimbang kantor. Di antara ruang-ruang untuk bekerja, gedung model kotak yang didesain arsitek ternama Inggris David Chipperfield itu dilengkapi dengan toko produk, kafe-kafe cantik, sampai penitipan anak. Tempat penitipan ini dibuat senyaman mungkin dengan pengasuh berpengalaman. Di tempat inilah para karyawan Amorepacific bisa menitipkan buah hati. Mereka bisa mengerjakan tugas-tugas tanpa kepikiran bagaimana anaknya.
“Setiap hari ada puluhan anak yang dititipkan di sini,” kata Minjeong Linsy Kim, karyawan dari divisi Global PR yang kadang-kadang menitipkan putrinya di tempat itu.
Kantor berkapasitas 7 ribu karyawan ini memiliki tiga roof garden yang ada di lantai 5, 11, dan 17. Di sini para karyawan bisa menikmati suasana alam nan indah dengan pemandangan hamparan air yang didesain sebagai atap lantai di bawahnya. Saking asrinya tak terasa seperti sedang ada di jantung kota. Kantor ini semakin bikin kerasan dengan adanya fasilitas gym, lounge, sampai ruang pijat.
Di sini juga ada Amorepacific Museum of Art (APMA). Area ini dibuka untuk umum dengan HTM sebesar Krw 9 rbu. Pameran seni dilakukan secara rutin. Untuk periode 14 Februari sampai 19 Mei ini pengunjung bisa menikmati 40 karya dalam ekshibisi bertajuk Chapter One.
Photo
Wartawan Jawa Pos Ariyanti Rakhmana di kantor Amorepacific. (Ariyanti Rakhmana/Jawa Pos)
Nilai kedua yang mereka pegang adalah menjaga hubungan dengan konsumen serta terus melakukan inovasi. Amorepacific membuka pusat penelitian pertama pada 1954. Pengalaman dan kebutuhan konsumen sangat diperhatikan. Agama dan budaya pasar yang dituju juga menjadi pertimbangan. Menyesuaikan dengan pasar Indonesia dan Singapura mereka membuat Muslim Project. Riset dipusatkan di Singapura untuk mempelajari kebiasaan dan selera supaya bisa dihasilkan produk yang sesuai dan mampu memenuhi standar halal.
“Kami juga sangat memperhatikan generasi milenial yang sangat dekat dengan teknologi dengan menyediakan ecommerce. Saat ini proporsi generasi ini di dunia adalah 32 persen,” tutur Timothy.
Nilai ketiga yang dijaga adalah menjaga hubungan dengan alam dan nilai-nilai yang diwariskan leluhur. Pendiri Amorepacific Suh Sung-Whan mengantarkan perusahaannya sebagai satu-satunya pabrik kecantikan di dunia yang bertanam teh hijau. Amorepacific memiliki 3,3 juta meter persegi kebun teh yang tersebar di empat lokasi. Tiga di antaranya ada di Pulau Jeju. Produk teh itu dijual melalui anak perusahaan bernama Ossuloc. Di Jeju ada museum tehnya yang dibuka secara gratis.
“Setiap tahun ada 1-2 juta pengunjung dan 20 persennya merupakan wisawatan asing,” jelas Bu Tang-nok, kepala Ossulac Tea Museum di Jeju.
Bahan alam yang menjadi komoditas produk Amore adalah ginseng, kacang kedelai jenis tertentu asli Korea yang memiliki kandungan antioksidan tinggi, dan camellia yang diambil bunga dan bijinya. Produk-produk kecantikan Amore banyak yang menggunakan keempat bahan itu.
Indonesia merupakan pasar yang luas bagi Amorepacific. Mereka mendirikan kantor di Jakarta pada 2012 disusul dengan membuka gerai Laneige pada Maret 2013 dan Sulwhasoo di Seibu, Grand Indonesia, pada September tahun yang sama. Setelah disusul dengan Innisfree. Semuanya mencatat pemasukan memuaskan hingga saat ini. Bagi mereka Amorepacific Indonesia sudah menjadi salah satu perusahaan terbesarnya. “Kami berterima kasih untuk konsumen Indonesia,” kata Timothy. (*)
Photo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
