Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 November 2015 | 17.22 WIB

Proyek Kabel Bawah Laut Telekomunikasi Dunia Mendarat di Riau

(Kanan-Kiri) Direktur Network and IT Telin, Tulus Sudarsono, EVP Telkom Regional I, Teuku Muda Nanta dan SEA-ME-WE 5 Project Manager, Katsuji Yamaguzhi beserta Tim pada saat prosesi penarikan kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 di Dumai. - Image

(Kanan-Kiri) Direktur Network and IT Telin, Tulus Sudarsono, EVP Telkom Regional I, Teuku Muda Nanta dan SEA-ME-WE 5 Project Manager, Katsuji Yamaguzhi beserta Tim pada saat prosesi penarikan kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 di Dumai.

JawaPos.com - PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) bersama 19 Operator telekomunikasi kelas dunia lainnya tengah merampungkan proyek kabel bawah laut Southeast Asia – Middle East – Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5).





Pada 19 November lalu, transmisi tersebut telah sampai di stasiun pendaratan kabel di Pantai Puak Dumai, Riau. Proses pendaratan ini disaksikan oleh Director of Network and IT PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), Tulus Sudarsono, dan EVP Telkom Regional I, Teuku Muda Nanta.





Dalam keterangan resminya, Selasa (24/22), Telkom menerangkan bahwa sistem kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 membentang dari Asia Tenggara, Timur Tengah hingga Eropa. Proyek yang membutuhkan kabel sepanjang 20.000 Km ini akan menghubungkan 16 negara, yakni Indonesia, Singapore, Malaysia, Myanmar, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, UAE (United Arab Emirates), Oman, Qatar, Djibouti, Saudi Arabia, Mesir, Turki, Italia, dan Perancis.



Sistem kabel bawah laut ini memiliki kapasitas sebesar 24 tera bit perdetik menggunakan teknologi 100G. Kabel bawah laut tersebut rencananya akan beroperasi pada bulan November 2016.



Presiden Direktur Telin ujar Syarif Syarial Ahmad mengatakan, mega proyek kabel aut SEA-ME-WE 5 dibangun oleh konsorsium yang beranggotakan 19 operator telekomunikasi kelas dunia yaitu  BSCCL (Bangladesh), CMI, CTG, China Unicom (Republik Rakyat China), Djibouti Telecom (Djibouti), du (UAE), Ooredoo (Qatar), Orange (France), MPT (Myanmar), Telin, Telkom, STC (Saudi Arabia), Singtel (Singtel), SLT (Sri Lanka), Telecom Italia Sparkle (Italy), TM (Malaysia), TTI (Turkey), TWA (Pakistan), dan Telecom Egypt.



“Dengan dibangunnya sistem kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 ini, akan memperkuat posisi strategis Indonesia dalam penyediaan infrastruktur global menuju Indonesia sebagai The New Global Hub," katanya.



Keikutsertaan dalam konsorsium SEA-ME-WE 5 ini tentu akan memperkuat posisi Telkom Group sebagai operator global yang saat ini juga telah ikut serta dalam konsorsium lain, yaitu Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMCS), Asia America Gateway (AAG), Singapore Japan Cable System (SJC), Southeast Asia-United States (SEA-US),Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS), dan Indonesia Global Gateway (IGG) yang akan segera dibangun.Sehingga Telkom Group akan memiliki infrastrutur kabel laut yang menghubungkan benua Eropa, Asia, dan  USA. (fab/jpg)

 



Editor: afni
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore