Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2017 | 00.44 WIB

Pembelaan Produsen "Maknyuss" Terkait Harga Tinggi di Tangan Konsumen

Beras Maknyuss yang banyak dijual di supermarket - Image

Beras Maknyuss yang banyak dijual di supermarket

JawaPos.com - PT Indo Beras Unggul (IBU), produsen beras bermerk Maknyuss dianggap telah memainkan harga beras di tingkat konsumen. Hal ini lantaran harga yang dijual tak sesuai karena menjual beras jenis IR64 yang kualitasnya medium.


Seperti diketahui, harga beras cap Maknyuss dijual dengan harga Rp 13.700 per Kilogram. Sementara untuk cap Ayam Jago dijual dengan harga Rp 20.400/Kg.


Mengacu pada harga tersebut, benarkah PT IBU memainkan harga beras di tingkat konsumen?


Juru Bicara PT IBU, Jo Tjong Seng menjelaskan, pihaknya memberi Gabah Kering Panen (GKP) dari petani sebesar Rp 4.900/KG. Harga itu meningkat dua kali lipat menjadi Rp 9.800/KG (Harga Bahan Baku) setelah melalui proses penggilingan hingga menjadi beras.


"Biaya itu masih ditambah produksi dan pengemasan, delivery dan marketing, serta overhead General Affair," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/7).


Total dari tiga biaya tersebut adalah sebesar Rp 1.700 untuk pulau Jawa dan Rp 2.100 (Luar Pulau Jawa). Total biaya tersebut akan ditambahkan dengan biaya gabah yang telah digiling sebesar Rp 9.800.


Itu artinya Harga Pokok Penjualan (HPP) sampai distributor adalah sebesar Rp 11.600/Kg (Pulau Jawa) dengan asumsi Rp 9.800 + Rp 1.700 + Rp 100 untuk keuntungan perusahaan. Sementara untuk harga di luar pulau Jawa sebesar Rp 12.200/Kg dengan asumsi Rp 9.800 + Rp 2.100 + Rp 100 keuntungan perusahaan.


Dengan demikian, harga beli konsumen yang dijual oleh pengecer sebesar Rp 13.700/Kg atau naik Rp 2.100 untuk beras cap Maknyuss merupakan total margin dari distributor, grosir dan pengecer. Sementara itu, untuk cap Ayam Jago, Harga Bahan Bakunya sebesar Rp 11.800 ditambah tiga biaya utama sebesar Rp 1.700 menjadi Rp 13.500.


Harga tersebut meningkat menjadi Rp 20.400/Kg dimana margin sebesar Rp 6.900 merupakan keuntungan total dari distributor sampai ke tangan pengecer. "Jadi ini adalah Margin yang terbentuk di mekanisme pasar tradisional," tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore