
Freeport
JawaPos.com - Saat ini, pemerintah masih terus melakukan negosiasi terkait divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Namun, Freeport belum menyepakati harga saham yang akan dibeli pemerintah.
Pemerintah pun mencari cara lain untuk mengambil saham Freeport. Yaitu, melalui akuisisi saham Rio Tinto, perusahaan tambang Australia. Saat ini, Rio Tinto memiliki sama sebesar 40 persen di Freeport.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi mengatakan, langkah pemerintah untuk membeli saham Rio Tinto sudah tepat.
Fahmy mengungkapkan, pemerintah tinggal meminta Bank Indonesia (BI) untuk melakukan negosiasi dengan Rio Tinto soal harga hak partisipasi. Jika Freeport setuju, ini bisa jadi terobosan yang mempercepat masalah divestasi saham tersebut.
"Dari dokumen yang saya miliki, hak partisipasi 40 persen itu bisa dikonversi menjadi saham setelah tahun 2022. Nah, kalau konversi tadi benar, maka seluruhnya saham yang akan dibeli ESDM akan lebih mudah," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (29/12).
Dia menambahkan, pembelian hak partisipasi dalam proses divestasi ini sangat tepat. Bahkan, Indonesia akan memperoleh harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli saham.
"Kenapa? Karena pada saat ini masih dalam status hak partisipasi, belum sebagai saham itu," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
