Kegiatan kelas rangkap di SDN Ngadisari 2 Probolinggo.
JawaPos.com - Luasnya wilayah Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam sistem pendidikan di negara ini. Kondisi geografis dan ekonomi kerap menjadi pemicu penyebaran dan distribusi guru yang tidak merata.
Bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Model Pembelajaran Kelas Rangkap dijalankan sebagai solusi untuk mengatasi rasio guru terhadap siswa yang tidak imbang tersebut. Dalam model ini, seorang guru mengajar dua kelas sekaligus dalam ruangan dan waktu yang sama.
Langkah ini dapat menghemat anggaran dan meningkatkan efisiensi tenaga pengajar yang seharusnya membutuhkan tiga atau empat guru, menjadi satu guru saja. Namun, guru perlu terlebih dulu memiliki pengalaman melakukan pendekatan pembelajaran aktif sebelum diperkenalkan dengan model ini.
Pembelajaran Kelas Rangkap diterapkan pula di SDN Ngadisari 2, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sekolah dasar ini terletak di puncak Gunung Bromo yang merupakan salah satu gunung berapi teraktif di dunia. Gedung sekolahnya berdiri sekitar 500 meter dari dataran luas yang disebut Lautan Pasir, sebuah cagar alam yang dilindungi di Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Ratusan Aktivis dan LSM Antikorupsi Desak Presiden Segera Bentuk Pansel Pimpinan KPK
Sekolah kecil di area terpencil ini merupakan satu dari delapan sekolah percontohan kelas rangkap di Sukapura. Sekolah-sekolah lainnya adalah SDN Sapikerep III, SDN Wonokerto II, SDN Sukapura IV, SDN Sukapura III, SDN Ngadisari I, SDN Sariwani II, dan SDI Nurul Hikmah As-Sholeh. Program ini merupakan kerja sama antara INOVASI dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk mengatasi kekurangan guru.
Menurut Kepala Sekolah SDN Ngadisari 2, Marsini Astuti, sekolah yang dipimpinnya saat ini terdiri dari empat staf pengajar khusus (3 laki-laki, 1 perempuan), dan 53 siswa (26 laki-laki, 27 perempuan).
Semua guru dan kepala sekolah mendapatkan pelatihan tentang pembelajaran kelas rangkap dan cara mengajar lebih dari satu kelas. Setelah program rintisan 2018-2019 berhasil diselesaikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Probolinggo memperluas program menjadi 136 sekolah.
Tujuan program ini adalah untuk memperbaharui materi pelatihan kelas rangkap, dengan berbekal pengalaman dari program sebelumnya; untuk meningkatkan kinerja KKG dalam memberikan pelatihan dan dukungan; untuk meningkatkan peran pengawas, guru dan kepala sekolah dalam mendukung kegiatan kelas rangkap; untuk mempromosikan pembelajaran yang mengadopsi pendekatan kesetaraan gender dan pendidikan inklusif; serta untuk memulai pelaksanaan kelas rangkap di sekolah-sekolah mitra.
Baca Juga: Praveen/Melati Tuntaskan Perlawanan Wakil Malaysia di Indonesia Open
“Tantangan bagi guru memang menjadi lebih besar, tetapi sisi positifnya kami menjadi lebih kreatif dalam menyiapkan materi pelajaran di kelas,” ucap Marsini.
Misalnya, waktu menyampaikan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas IV, maka kelas III mempelajari Bahasa Indonesia. Ketika kelas IV membahas tentang sifat-sifat air, siswa kelas III ditugasi membuat kalimat dengan kata yang termasuk dalam sifat-sifat air tersebut.
“Akhirnya, siswa kelas rendah seringkali lebih luas wawasannya karena menangkap materi pelajaran lebih awal dari murid sekolah lain,” imbuh Marsini.
Melalui pengajaran kelas rangkap, para pendidik telah melakukan asesmen dan pembelajaran berdiferensiasi, komponen utama dari Kurikulum Mandiri yang akan diterapkan secara nasional pada 2024. Dukungan dari Pemerintah Australia dan Indonesia melalui program INOVASI telah memberikan dampak positif bagi sekolah-sekolah. Para guru mengembangkan pembelajaran yang sejalan dengan keterampilan abad ke-21 dan meningkatkan kemampuan membaca siswa.
Baca Juga: Luhut Berencana Persulit Pembelian Kendaraan BBM Demi Tingkatkan Mobil Listrik dan Kualitas Udara
Selain itu, untuk mendukung kelancaran Pembelajaran Kelas Rangkap, program pengasuhan anak juga dilaksanakan. Anak-anak di masyarakat terpencil menghadapi banyak hambatan untuk mengakses pendidikan dan siswa sering bolos sekolah karena bekerja di bercocok tanam dengan orang tuanya. Pada 2019, program ini melatih orang tua tentang pentingnya pendidikan.
Terkait dengan kurikulum, sejumlah 14 personel termasuk pengawas, guru, kepala sekolah, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Probolinggo bersama dengan bantuan teknis dari INOVASI mengembangkan lokakarya teknis. Lokakarya ini melatih 112 peserta Kelompok Kerja Guru (KKG) tentang bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah kelas rangkap.
Sejak 2019, staf sekolah menerima pelatihan diseminasi literasi dan numerasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten. Setelah pelatihan, program keaksaraan dibentuk dan sudut baca khusus didirikan di ruang kelas.
"Keberhasilan program yang pertama kali diterapkan di Kabupaten Probolinggo pada 2018 ini menginspirasi daerah dan provinsi lain, yang menghadapi kekurangan guru atau distribusi guru yang tidak merata, untuk mengadopsi pembelajaran kelas rangkap," ujar Lauren Bain, First Assistant Secretary Southeast Asia Maritime Division (FAS SMD) dari Australia.
Untuk melihat hasil program-program tersebut, delegasi Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia yang menaungi INOVASI berkunjung ke SDN Ngadisari 2 Sukapura, Kabupaten Probolinggo pada Rabu, 14 Juni 2023. Hadir dalam acara ini adalah Lauren Bain (First Assistant Secretary Southeast Asia Maritime Division (FAS SMD) dari Australia); Madeleine Moss (Minister Counsellor Governance and Human Development dari Australia); Ugas Irwanto S.Sos. M.Si (Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo); Supoyo SH. MM (DPRD Probolinggo); Dr. Fathur Rozi (Kepala Dinas Pendidikan Probolinggo); Mark Heyward (Direktur Program INOVASI); Marsini Astuti S.Pd MM (Kepala SDN Ngadisari 2 Sukapura); serta para pengawas sekolah di Probolinggo, guru SDN Ngadisari 2, dan para orang tua murid.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
