
Sidang pleno pemilihan ketua Tanfidiyah dan Ketua Rois Syuriah dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jawa Timur di Ponpes Lirboyo Kediri resmi dimulai.
JawaPos.com - Sidang pleno pemilihan ketua Tanfidiyah dan Ketua Rois Syuriah dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Minggu, (29/7) resmi dibuka. Dalam sidang pleno keempat ini duduk sebagai pimpinan sidang, Robikin Emhas yang juga Ketua PBNU.
Untuk pemilihan ketua Rois Syuriah, Robikin memberikan waktu kepada 7 anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang sudah terpilih dan ditetapkan untuk melakukan musyawarah mufakat siapa yang akan ditunjuk sebagai ketua Rois Syuriah. Penentuan ketua itu bisa diambil dari anggota AHWA atau diluar anggota AHWA dengan syarat yang bersangkutan bersedia.
Ketujuh anggota AHWA yang terpilih adalah, KH. Nurul Huda, KH. Nawawi Abdul Jalil, KH. Agoes Ali Masyhuri, KH. Kholil As'ad, KH. Ubaidillah Faqih, KH. Abdullah Kafabih Mahrus, KH. Safiudin Wahid.
"Kami persilahkan kepada anggota AHWA melakukan musyawarah terlebih dahulu," kata Robikin dalam sidang.
Sambil menunggu proses penentuan Rois Syuriah oleh anggota AHWA, Robikin juga melanjutkan proses pemilihan ketua Tanfidiyah dengan cara voting. Sebab, tawaran Robikin agar dilakukan secara musyawarah mufakat atau aklamasi ditolak oleh mayoritas peserta sidang.
"Musyawarah mufakat tidak bisa dilangsungkan. Jadi kata lakukan voting," sambung Robikin.
Untuk pemilihan ketua Tanfidiyah ini, akan diikuti oleh 45 Pengurus Cabang (PC) yang memiliki hak suara. Untun PC NU pulau Kangean diputuskan tidak memiliki hak suara lantaran Surat Keputusan (SK) kepengurusan sudah habis sejak 2010 silam.
Dalam pemilihan ini, pertama akan dilakukan voting pencalonan. Sebab, berdasarkan tata tertib pemilihan, setiap bakal calon harus mengantongi dukungan minimal 17 suara. Setelah itu, bakal calon yang memenuhi dukungan terhadap berhak mengikuti tahapan pemilihan selanjutnya.
Sementara hingga proses pemilihan ini dimulai, sudah mengeruct kepada dua nama, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dan KH. Marzuki Mustamar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
