
Syaikhona Kholil Bangkalan Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. (NU Online)
JawaPos.com - Ulama besar karismatik, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional bersama sejumlah tokoh lainnya oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penetapan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada hari ini, Senin (10/11).
Usulan untuk menjadikan Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai Pahlawan Nasional sejatinya sudah cukup lama menggelinding.
Usulan ini mulai disuarakan sejak 2019 silam dan sempat menguat pada 2021. Baru di tangan Presiden Prabowo Subianto, Syaikhona Kholil Bangkalan akhirnya diresmikan sebagai Pahlawan Nasional.
Syaikhona Kholil merupakan guru dari pendiri Nahdlatul Ulama, yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri.
Usulan penetapan Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai Pahlawan Nasional menggelinding cukup lama karena ia dinilai sangat pantas menyandang gelar kehormatan itu.
Pasalnya, Syaikhona Kholil berkontribusi besar terhadap penguatan nasionalisme dan gerakan melawan segala bentuk kolonialisme. Dia juga aktif memberdayakan masyarakat di bidang agama, sosial, pendidikan, dan politik.
Usulan ini digaungkan oleh santri dan komunitas pesantren di Jawa Timur sejak beberapa tahun silam.
Menurut mereka, Syaikhona Kholil Bangkalan berhasil melahirkan embrio gerakan kultural dalam perlawanan terhadap kolonialisme di Nusantara.
"Syaikhona Kholil menjadi titik sentral penempaan dan pembibitan para calon pejuang dan pahlawan. Hal ini tidak terbantahkan dalam fakta sejarah," kata Ketua Tim Kajian Akademik dan Biografi Syaikhona Kholil, Muhaimin, pada 22 Maret 2021 silam.
Syaikhona Kholil Bangkalan lahir di Kemayoran, Bangkalan, sekitar tahun 1835 Masehi. Dia merupakan putra dari KH Abdul Latif, yang mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati.
Pada usia 24 tahun, Kholil menikah dengan Nyai Azzah, putri Lodra Putih. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai 2 orang anak masing-masing bernama Khotimah dan Muhammad Hasan.
Syaikhona Kholil Bangkalan memiliki minat yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan, khususnya ilmu agama sejak kecil. Sejak kecil, ayahnya mendidiknya dengan sejumlah ilmu. Mulai dari ilmu fiqih, nahwu, Sharaf, hingga bahasa Arab.
Di usia muda, Syaikhona Kholil Bangkalan berhasil menghafalkan 1000 bait nadzam Alfiyah Ibnu Malik. Kitab ini diketahui menjadi pegangan wajib di banyak pesantren di Indonesia sampai sekarang.
Setelah dididik sendiri, sang ayahanda memutuskan untuk memondokkan Kholil Bangkalan kecil ke sejumlah pesantren untuk memperdalam ilmu.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
